RMI Blitar Gelar Manten Tebu, Target Produksi 1,55 Juta Ton

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
RMI Blitar Gelar Manten Tebu, Target Produksi 1,55 Juta Ton

Gambar atau konten salah?

Blitar, Pabrik Gula Rejoso Manis Indonesia (RMI) di Kecamatan Binangun menggelar tradisi Manten Tebu sebagai tanda dimulainya musim giling. Tahun ini, PG RMI menargetkan serapan tebu sekitar 1,55 juta ton dari petani lokal dengan rendemen 8 persen.

Acara dimulai dengan prosesi Manten Tebu yang meriah. Tarian cucuk lampah menandai arah langkah pengantin sebelum melangkah. Pengantin wanita cantik dan anggun, dipadukan dengan pengantin laki-laki rupawan, tampil serasi memakai busana pengantin Jawa. Mereka dipertemukan di tengah, masing-masing membawa pohon tebu wadon dan lanang. Seperti prosesi pengantin Jawa, pengantin wanita membasuh bagian bawah pohon tebu lanang. Setelah itu, manten tebu diarak menuju mesin penggilingan sebagai simbol dimulainya musim giling tebu.

"Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasional giling tahun 2026 sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kesinambungan produksi gula nasional. Kemudian juga melestarikan budaya tradisi setempat dengan adanya manten tebu ini," kata Vice President Director PT Rejoso Manis Indo, Syukur Iwantoro kepada wartawan, Sabtu (30 Mei 2026).

Syukur menegaskan target produksi: 1,55 juta ton tebu dengan tingkat rendemen 8 persen. Untuk mendukung pencapaian tersebut, perusahaan telah menyiapkan kapasitas giling sebesar 10.000 TCD (ton cane per day) dan menargetkan produksi gula kristal putih sebesar 128 ribu ton. "Kemudian untuk mendukung pencapaian tersebut, kami telah menyiapkan kapasitas giling sebesar 10.000 TCD (ton cane per day) serta menargetkan produksi gula kristal putih sebesar 128 ribu ton," terangnya.

Kenaikan target produksi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas industri gula nasional. Selain itu, ini juga upaya berkontribusi terhadap program swasembada gula nasional pemerintah pusat. "Tahun kemarin kondisinya cuaca tidak mendukung, jadi hasil produksinya tidak sampai 100 ribu ton. Tapi tahun ini kami optimistis bisa melampaui target, dengan hasil maksimal petani tebu yang ada di wilayah Blitar dan sekitarnya," tandasnya.

Syukur optimis operasional musim giling tahun 2026 akan berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, petani, dan pemerintah. Tradisi Manten Tebu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga cerminan komitmen RMI terhadap produksi gula nasional dan dukungan bagi petani lokal.

Manten TebuRejoso Manis Indonesiaproduksi gularendemen 8%kapasitas giling 10.000 TCDgula kristal putihpetani lokal

Komentar

Memuat komentar...