Rosan Roeslani Bertemu Prabowo, Fokus Percepatan Hilirisasi
Gambar atau konten salah?
Menteri Investasi dan Hilirisasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani hadir di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada hari ini. Ia juga menjabat sebagai CEO BPI Danantara, sebuah perusahaan yang berfokus pada pengembangan hilirisasi di Indonesia.
Selama pertemuan, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada Rosan mengenai percepatan hilirisasi dan penguatan program prioritas yang sedang dijalankan oleh Danantara. “Terima kasih Bapak Presiden @prabowo atas arahan terkait percepatan hilirisasi dan penguatan program prioritas Danantara, hari ini di Hambalang,” ujarnya, dikutip dari unggahan di Instagram resmi @roslanroeslani, Jumat (24 April 2026).
Rosan menekankan bahwa program hilirisasi yang tengah dijalankan akan meningkatkan investasi di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa investasi yang masuk semakin memiliki nilai tambah. Mulai dari terbukanya lapangan kerja yang lebih luas hingga menjadikan industri di Indonesia bergerak maju. “Investasi di Indonesia insyaallah semakin bernilai tambah, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menggerakkan industri nasional agar semakin kompetitif,” kata Rosan.
Pertemuan di Hambalang merupakan kali kedua Rosan menghadap Prabowo dalam seminggu. Sebelumnya, pada Selasa (21 April 2026), ia juga bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Di sana, Rosan melaporkan realisasi investasi kepada Presiden.
Menurut Rosan, di kuartal I 2026, investasi selama tiga bulan pertama mencapai Rp 498,79 triliun. Angka ini sudah melebihi target kuartal I yang ditetapkan sebesar Rp 497 triliun. Capaian tersebut juga lebih besar sebesar 7,22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam memperkuat hilirisasi dan menarik investasi terus berlanjut. Dengan peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja, sektor industri di Indonesia diperkirakan akan menjadi lebih kompetitif di pasar global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
Berita Terbaru
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
