Rumah 20 Meter dari Sekolah, Gagal Masuk SMP Negeri
Gambar atau konten salah?
Seorang calon siswa di Bandar Lampung kembali gagal masuk SMP negeri. Padahal, ia sudah menunda sekolah selama setahun penuh. Rumahnya pun berada tepat di depan sekolah yang ia tuju.
Calon siswa itu tidak lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui jalur domisili. Padahal, jarak rumahnya ke SMP Negeri 19 Bandar Lampung hanya sekitar 20 meter. Hanya dipisahkan pagar sekolah.
Feri, paman calon siswa tersebut, menceritakan kronologinya. Tahun lalu, keponakannya gagal lewat jalur afirmasi. Keluarga lalu memutuskan menunggu satu tahun. Mereka berharap bisa lolos di tahun berikutnya.
"Karena rumahnya memang dekat dengan sekolah, tahun ini kami daftar lewat jalur domisili. Tapi hasilnya tetap tidak diterima," kata Feri pada Rabu, 8 Juli 2026.
Feri mempertanyakan kegagalan itu. Ia menduga ada masalah dalam proses verifikasi data domisili. Ia mencontohkan, ada peserta lain yang jarak rumahnya sekitar 1,7 kilometer dari sekolah. Setelah diverifikasi, jarak itu berubah menjadi sekitar 900 meter. Sementara rumah keponakannya yang tepat di depan sekolah tidak lolos.
"Ada peserta yang seharusnya jaraknya sekitar 1,7 kilometer, tapi setelah diverifikasi malah menjadi sekitar 900 meter. Sementara rumah keponakan saya tepat di depan sekolah justru tidak lolos," ujarnya.
Atas temuan itu, Feri meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung mengevaluasi seluruh proses verifikasi pada jalur domisili. Ia juga berharap DPRD ikut mengawasi. Semua data peserta harus diperiksa ulang.
Keluarga sempat berharap ada perubahan. Pengumuman SPMB ditunda beberapa jam. Namun setelah hasil diumumkan kembali, status kelulusan keponakannya tetap sama.
"Kami tidak mempermasalahkan kuota. Yang kami minta proses verifikasi dilakukan sesuai kondisi sebenarnya," tegas Feri.
Feri mengatakan pihak keluarga berencana kembali mendatangi SMP Negeri 19 Bandar Lampung pada Senin mendatang. Mereka akan membawa dokumen pendukung untuk meminta evaluasi hasil seleksi.
Nasib serupa dialami Heru (39). Putranya tidak diterima di tiga sekolah pilihannya. Ketiganya adalah SMP Negeri 14, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 39 Bandar Lampung. Semua melalui jalur domisili.
Heru sudah mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung. Dari hasil pengaduan itu, ia diminta menyerahkan dokumen pendaftaran. Ia pun diminta menunggu informasi lanjutan terkait kemungkinan penempatan sekolah.
"Katanya akan diusahakan dicarikan sekolah. Sekarang masih menunggu kabar," kata Heru.
Ia berharap anaknya tetap bisa bersekolah di SMP negeri. Keterbatasan ekonomi membuat keluarganya keberatan apabila harus menyekolahkan anak ke sekolah swasta.
Kedua kasus ini menunjukkan bahwa jarak fisik rumah ke sekolah tidak menjamin kelulusan di jalur domisili. Ada celah dalam proses verifikasi data yang perlu diperbaiki. Orang tua pun harus berjuang lebih keras untuk memastikan anak mereka mendapatkan pendidikan negeri yang terjangkau.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Progres Sekolah Rakyat Bengkulu Capai 96,91 Persen
Gubernur Jambi Minta Guru dan Kiai Bentengi Anak dari Narkoba
Tiga Pabrik Tahu di Palembang Ditutup karena Limbah
BKSDA Selidiki Jejak Diduga Harimau di Muratara
BMKG Pantau Muka Air Laut Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Penumpang Wanita 18 Tahun Diduga Lompat dari KMP Batumandi
Berita Terbaru
NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Genjot Desa Berdaya
Jadwal Sholat 38 Kota di Jatim, 10 Juli 2026
Yakin: Argentina Rentan, Swiss Siap Kejutkan Juara
Sakelar Hangat: Normal atau Tanda Bahaya?
Bom Aktif Perang Dunia II Ditemukan Pemancing di Blitar
Pearce Peringatkan Tuchel: Jangan Paksakan Rice
Audisi PB Djarum 2026: Putri Dinilai Menjanjikan
Ratusan Ular Kobra Kabur Saat Banjir Terjang China
Proyek Sekolah Rakyat Trenggalek Rampung Juli 2026
Air Minum Kemasan Butuh 27 Tahun Perjalanan dari Hujan