Rumah Bus Double Decker Viral di Desa Kopen, Wonogiri
Gambar atau konten salah?
Di Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, sebuah rumah menarik perhatian media sosial karena bentuknya menyerupai bus double decker atau bus tingkat. Rumah itu terletak di Dukuh Tandan Rt 02/VII dan menonjol di depan SMPN 2 Jatipurno.
Desainnya mengadopsi konsep dua bus yang sedang diparkir. Satu unit diposisikan lebih pendek, seolah parkirnya tidak sejajar. Setiap unit menyerupai Scania K-410 lengkap dengan kaca depan besar, lampu, spion, kaca penumpang, dan roda. Di tengah kedua unit terdapat pintu masuk utama yang menghubungkan ke interior rumah.
Bagian belakang bangunan menampung dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur. Semua ruangan diatur sedemikian rupa agar tetap fungsional meski bentuknya unik. Rumah ini masih dalam tahap penyelesaian, namun sudah cukup nyaman bagi pemiliknya.
Rumah ini dimiliki oleh Supardi (43), yang mengaku terinspirasi oleh bus Agramas jenis Scania K-410. Ia mengekspresikan keinginannya untuk membuat rumah yang berbeda dari yang lain.
"Saya buat rumah ingin beda dengan yang lain. Niat saya buat bus ini karena saya dulu perantauan di Jakarta, dan langganan saya bus Agramas," kata Supardi saat ditemui di rumahnya pada 21 April 2026.
Setelah rumah ini menjadi viral, warga sekitar mulai mengunjungi. Banyak orang membuat konten di dalamnya dan mengunggahnya ke platform media sosial, sehingga menambah popularitasnya.
"Sudah banyak yang ke sini, setelah lebaran itu banyak yang ke sini. Awalnya viral di TikTok, YouTube," ungkap Supardi.
"Sejak bangunan rumah jadi, saudara yang tidak biasanya datang, jadi datang. Orang lain juga banyak yang datang," tambahnya.
"Saya inisiatif buat rumah seperti bus seperti ini, dan ternyata dananya banyak," jelas Supardi.
Meskipun sudah dihuni, rumah berbentuk dua bus parkir ini belum selesai 100 %. Supardi membangun secara bertahap, menyesuaikan anggaran yang tersedia.
Rumah unik ini kini menjadi daya tarik lokal, sekaligus contoh kreativitas arsitektur yang terinspirasi dari transportasi umum. Ia menunjukkan bagaimana ide sederhana dapat menarik perhatian publik dan menciptakan tempat yang berbeda di lingkungan sekitar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Berita Terbaru
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
