Rumah Bus Tingkat di Wonogiri: Supardi Ciptakan Hunian Unik
Gambar atau konten salah?
Supardi (43) membangun sebuah rumah menyerupai bus tingkat di Dukuh Tandan Rt 02/VII, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Rumah ini dirancang agar tampak seperti dua bus yang berdampingan, meniru bentuk bus asli dengan penyesuaian ukuran.
Supardi mengaku membangun rumahnya semirip mungkin dengan bus aslinya. Dengan ukuran yang disesuaikan, ia menciptakan dua struktur bus: satu sisi kanan lebih besar, satu sisi kiri lebih kecil. Bagian dalam rumah menyerupai interior bus, lengkap dengan kaca depan besar, lampu, spion, kaca penumpang, dan roda.
Bus di sebelah kanan memiliki dimensi lebar 3 meter, panjang 13 meter, dan tinggi 5 meter. Bus di sebelah kiri berukuran lebar 2,5 meter, panjang 8 meter, dan tinggi 4 meter. Dimensi asli bus Scania K-410 adalah panjang 13,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 4 meter.
Bangunan tersebut berdiri di atas tanah seluas sekitar 90 meter persegi. Perbedaan ukuran kedua bus disesuaikan dengan fungsi masing-masing. Sisa lahan di depan bus kecil juga dipakai sebagai garasi.
“Kalau di sini (ruangan bus besar) digunakan untuk ruang tamu, ruang keluarga. Kalau yang sana (bus kecil) mungkin untuk ruang makan,” ujar Supardi.
Rumahnya belum selesai 100 persen. Bagian dalam masih kosong dan belum ditempati. Supardi mengatakan proses pembuatan rumah sudah 60 persen, namun dihentikan sementara karena kekurangan uang.
Setiap bangunan memiliki pintu masuk utama. Bagian belakang masing-masing bus menampung dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur. Desain ini meniru bus Scania K-410 dengan detail seperti kaca depan besar, lampu, spion, dan roda.
Rumah ini terletak di depan SMPN 2 Jatipurno. Supardi mengaku terinspirasi oleh bus Agramas jenis Scania K-410. “Saya buat rumah ingin beda dengan yang lain. Niat saya buat bus ini karena saya dulu perantauan di Jakarta, dan langganan saya bus Agramas,” tambahnya.
Rumah unik ini menunjukkan kreativitas pribadi dan adaptasi desain bus menjadi hunian. Namun, proyek masih belum selesai karena kendala keuangan, menunggu sumber dana tambahan untuk menyelesaikan interior dan finishing.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Temuan Arca dan Logam Kuning di Candi Losari, Magelang
Ossy Dermawan: Solusi Lahan Sawah di Jawa Tengah 2026
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif
Gubernur Jateng Atur Ulang Anggaran 2026 untuk Perbaikan Jalan
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Berita Terbaru
58 Hunian Terganggu Angin Kencang: Warga Kembali ke Tenda
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
Argentina Skuad Piala 2026: Messi Sang Unggul, Generasi Baru
Ika Sartika 50, Ditolak Lowongan Rumah Tangga di Ciamis
Ariston Perkenalkan Lini Pemanas Air Baru di Indonesia
Bandung Siapkan Mesin Insinerator 5 Ton/Jam untuk TPS Ciwastra
Temuan Arca dan Logam Kuning di Candi Losari, Magelang
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
