Rumah Supardi Bentuk Bus Double Decker Viral di Wonogiri

Andi B. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
Rumah Supardi Bentuk Bus Double Decker Viral di Wonogiri

Gambar atau konten salah?

Supardi berusia 43 tahun, penduduk Dukuh Tandan RT 02 RW 07, Desa Kopen, Jatipurno, Wonogiri, telah menorehkan nama di desa dengan membangun rumah impiannya yang menyerupai bus double decker. Rumah ini memiliki desain unik yang terinspirasi dari bus Scania K-410 milik Perusahaan Otobus (PO) Agramas. Ia memulai proyek ini setelah membeli lahan milik saudaranya, yang terletak hanya beberapa rumah dari rumah mertuanya.

Supardi mengatakan, ia terinspirasi oleh bus tersebut karena ia sering naik bus ketika merantau ke Jakarta. Ia ingin rumahnya menyerupai bus tersebut, namun dalam ukuran yang disesuaikan. Ia menggunakan miniatur bus skala 1:20 sebagai panduan. Di depan ada tulisan BG, itu saya Supardi yang biasa dipanggil Bangong. Tulisan BG 02 itu artinya RT 02, kalau BG 07 itu RW 07. Pelat nomornya ada tulisan B490NG, itu bisa diartikan Bagong atau bisa juga nomor seri, kata Supardi saat ditemui di rumahnya pada 21 April 2026.

Awalnya, Supardi tinggal bersama mertuanya. Rumah mertuanya berada di belakang rumah barunya, hanya berselang beberapa rumah saja. Setelah membeli tanah, ia memutuskan untuk membangun rumah sendiri. Ide membuat rumah berbentuk bus muncul sekitar satu tahun lalu. Ia merasa sering naik bus membuatnya jatuh hati pada moda transportasi publik tersebut.

Belum ada setahun ini (ide membuat rumah berbentuk bus). Saya beli tanah dan coba saya sesuaikan. Kalau saya bikin yang biasa-biasa saja kok nggak ada sensasinya. Jadi saya ingin tampil beda, ucapnya. Ia menekankan bahwa ia tidak ingin rumahnya biasa saja.

Supardi dulu merantau ke Jakarta menjadi pemborong. Ia memulai kariernya sebagai kuli bangunan setelah lulus SMP. Dengan kerja keras dan keinginan belajar, ia naik pangkat menjadi tukang, mandor, dan akhirnya menjadi pemborong. Saya di Jakarta jadi pemborong, sejak tahun 2004. Seringnya di Jakarta mengerjakan proyek pribadi, seperti rumah, ungkapnya.

Ketika pandemi COVID-19 melanda, Supardi memutuskan pulang ke kampung halaman. Ia mencoba membuka usaha warung mi ayam dan bakso di desanya, namun usaha tersebut hanya bertahan dua tahun. Sebelum Corona itu saya murni perantauan. Saat Corona saya di rumah usaha mi ayam dan bakso di rumah saya. Bakso dan mi ayam cuma dua tahun, sekarang sudah tutup. Setelah Corona kalau ada panggilan (kerja) di proyek saya merantau lagi, jelasnya.

Di kampung, Supardi dipercaya sebagai ketua RT. Ia kini bekerja lebih fleksibel, tidak hanya mengerjakan proyek di Jakarta. Latar belakangnya di bidang pertukangan membuatnya berani menciptakan konsep rumah yang unik. Ia membangun rumah tersebut dalam waktu enam minggu, dibantu enam tukang.

Rumah bus ini sudah menempati tempat di hati warga dan menjadi viral di media sosial sebelum Lebaran. Karya ini menunjukkan bagaimana seseorang dapat menggabungkan pengalaman pribadi dengan kreativitas dalam menciptakan tempat tinggal yang berbeda.

Rumah Supardi menjadi contoh sederhana bahwa inspirasi dapat datang dari hal-hal sehari-hari, seperti perjalanan bus ke kota. Dengan tekad dan kerja keras, ia berhasil mewujudkan rumah impian yang kini menjadi sorotan komunitasnya.

Rumah Bus Double DeckerSupardiWonogiriDesain Unik Bus ScaniaRT 02 RW 07Media Sosial ViralPekerjaan Pemborong

Komentar

Memuat komentar...