Rumor Kenaikan Harga BBM Pertamax Hingga Rp17.850/L
Gambar atau konten salah?
Di media sosial, muncul gambar yang menampilkan potongan harga BBM Pertamax yang seolah‑olah akan naik hingga Rp 17.850 per liter. Gambar itu diberi cap “Confidential to Kementerian ESDM”, menandakan informasi tersebut dianggap sangat rahasia.
Menurut rumor, kenaikan harga BBM nonsubsidi akan berlaku mulai 01 April 2026. Penjelasan yang beredar menyebutkan kenaikan akan signifikan karena harga minyak mentah dunia juga melonjak. Dalam potongan gambar terlihat perbedaan harga yang cukup besar, mulai dari Rp 5.550 per liter hingga Rp 9.450 per liter.
Berikut rincian kenaikan yang disebutkan:
- Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 17.850 per liter.
- Pertamax Green dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.150 per liter.
- Pertamax Turbo dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.450 per liter.
- Pertamina Dex dari Rp 9.450 menjadi Rp 23.950 per liter.
- Dexlite dari Rp 9.450 menjadi Rp 23.650 per liter.
Informasi ini dikaitkan dengan tren HIP, yang dikatakan mendukung arahan pemerintah untuk hemat energi. Penyebabnya disebutkan sebagai dampak perang AS‑Israel melawan Iran, yang membuat harga minyak dunia naik secara ekstrem dan mengganggu pasokan minyak sebesar 20 persen di Selat Hormuz.
Pertamina menolak kebenaran rumor tersebut. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyatakan, “Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 01 April 2026.”
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM Laode Sulaeman belum mengonfirmasi adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi. Ia mengatakan, “Untuk BBM Nonsubsidi kita tunggu 01 April saja ya.”
Laode juga memastikan tidak ada kenaikan harga untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Dengan demikian, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi tentang perubahan harga BBM nonsubsidi.
Rumor ini menambah ketidakpastian bagi konsumen yang mengandalkan BBM nonsubsidi. Meskipun pemerintah dan Pertamina belum mengonfirmasi, situasi ini menunjukkan betapa rentannya harga BBM terhadap dinamika pasar minyak global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
