Rupiah Lemah, Lalu Lalu Mall Jakarta Pelanggan Turun 15%

Kartika D. · 2 min baca · 14 hari lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Rupiah Lemah, Lalu Lalu Mall Jakarta Pelanggan Turun 15%

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar rupiah yang melemah, masih di atas Rp 17.700 per dolar, mulai berdampak pada pusat perbelanjaan di Jakarta. Penurunan daya beli masyarakat terlihat dari berkurangnya kunjungan ke mall‑mall kota.

Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah membuat harga komoditas naik signifikan. “Semua juga sudah mengetahui bahwa dolar AS per hari ini sudah Rp 17.000, nyangkut, sudah hampir Rp 18.000 ya. Aduh, mudah-mudahan tidak lewat dari angka Rp 18.000 itu. Nah memang boleh dikatakan terjadi kenaikan‑kenaikan harga di masyarakat,” ujar Ellen dalam konferensi pers Festival Jakarta Great Sale 2026, Rabu 20 Mei 2026.

Ia mencontohkan kenaikan harga buah naga, yang dulu Rp 25.000 per kilogram, kini Rp 40.000. Gas rumah tangga yang dulu Rp 210.000, kini naik menjadi Rp 250.000. “Bayangkan berapa persen kenaikannya. Itu baru contoh‑contoh. Jadi buah‑buah naik, dengan sendirinya sayur‑sayuran juga naik dan lain sebagainya,” sambungnya.

Menurut Ellen, kondisi ini melemahkan daya beli, terutama bagi pekerja dengan gaji tetap. Tanpa kenaikan upah, masyarakat mulai menahan belanja. Akibatnya, trafik pusat perbelanjaan pada hari kerja turun sekitar 15‑20 %. Namun pada akhir pekan, kunjungan tetap tinggi, bahkan cenderung meningkat. “Memang terjadi penurunan trafik di pusat belanja, sebagian besar sekitar 15‑20 % pada weekdays. Tapi untuk weekend justru bisa tinggi sekali, lebih tinggi dari biasanya. Terjadi sedikit keanehan, tapi sebenarnya juga tidak aneh,” jelasnya.

Perubahan ini menunjukkan bagaimana fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi perilaku konsumen. Harga yang naik secara terus menerus menekan pengeluaran rumah tangga, sementara pusat perbelanjaan harus menyesuaikan strategi untuk menarik pelanggan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Nilai tukarRupiah melemahPusat perbelanjaanKenaikan hargaDaya beliKonsumen

Komentar

Memuat komentar...