Rupiah Lemah, Tertarik Faktor Global Meski Ekonomi Kuat

Sinta R. · 1 min baca · 27 hari lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Rupiah Lemah, Tertarik Faktor Global Meski Ekonomi Kuat

Gambar atau konten salah?

Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, menegaskan bahwa kelemahan Rupiah tidak disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi Indonesia. Ia menyoroti bahwa kondisi ekonomi domestik masih kuat.

Menurut data, pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,61 %, salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20. Inflasi tetap stabil di 2,42 %. Neraca perdagangan menampilkan surplus, dan kredit bank tumbuh tinggi. Semua indikator ini menunjukkan ekonomi Indonesia masih dalam kondisi kuat.

Jadi secara indikator itu fundamental ekonomi kita itu kuat. Nah pertanyaannya kok ada pelemahan Rupiah? Ya, itu faktor global.”

Perry menjelaskan bahwa beberapa faktor global memengaruhi nilai Rupiah. Kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta suku bunga AS yang melonjak ke 4,41 % membuat dolar menjadi kuat. Investor asing juga melakukan outflow dari seluruh negara emerging market, menambah tekanan pada mata uang lokal.

Selain faktor global, ada faktor musiman yang turut meningkatkan permintaan valuta asing (valas). Pada bulan April dan Mei, kebutuhan masyarakat untuk ibadah umroh dan haji meningkat. Korporasi juga melakukan repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri, baik bunga maupun pokok. “Untuk apa? Untuk kita doakan seluruh masyarakat kita yang ibadah umroh dan haji InsyaAllah nanti sehat, dan kita pastikan kebutuhan dolarnya terpenuhi juga bulan April Mei itu memang korporasi banyak yang repatriasi dividen, membayar utang luar negeri, baik bunga dan pokok. Memang kondisinya begitu,” tambahnya.

Dengan demikian, kelemahan Rupiah lebih dipicu oleh dinamika global dan permintaan musiman, bukan karena kelemahan fundamental ekonomi Indonesia. Insight ini menegaskan pentingnya memantau faktor eksternal ketika menilai nilai mata uang.

Bank IndonesiaRupiahinflasisuku bunga ASgeopolitikoutflow investor asingrepatriasi dividen

Komentar

Memuat komentar...