Rupiah Menyerah Rp17.300, BI Terus Intervensi di Pasar

Jaka M. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Rupiah Menyerah Rp17.300, BI Terus Intervensi di Pasar

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kekhawatiran atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah menembus level Rp 17.300-an per US$, menandakan tekanan mata uang Paman Sam.

“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam keterangan tertulis.

Destry menambahkan bahwa tekanan pada rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional.

BI berjanji akan terus meningkatkan intensitas intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Intervensi dilakukan secara konsisten melalui pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Cadangan devisa tetap kuat, tercatat sebesar US$ 148,2 miliar pada akhir Maret 2026. BI menegaskan akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tambah Destry.

Menurut data Bloomberg, pada pukul 09.35 WIB dolar AS menguat ke level Rp 17.310. Sebelumnya, dolar AS pernah turun ke level Rp 17.200-an. Pada pukul 10.15 WIB, dolar AS kembali menguat 0,70% menjadi Rp 17.302.

Pergerakan mata uang ini mencerminkan dinamika pasar global dan regional. Kebijakan BI yang menegaskan intervensi berkelanjutan dan penguatan struktur suku bunga instrumen moneter pro‑market bertujuan menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah.

Bank IndonesiaRupiahDolar ASIntervensi pasarCadangan devisaKetidakpastian globalStabilitas nilai tukar

Komentar

Memuat komentar...