Rupiah Rp18.000/dolar, Siapkan Barter Filipina Indonesia
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar rupiah mencapai Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat pada pagi hari ini. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menilai situasi perdagangan Indonesia tetap positif, berlandaskan pertumbuhan ekspor tahunan sebesar 5,48 %.
“Sebenarnya kita kondisinya masih bagus dengan kondisi sekarang ekspor kita tetap naik 5,48 %,” ujar Budi saat dipanggil di kantornya di Jakarta Pusat pada 04 Juni 2026.
Selain menyoroti angka ekspor, Budi juga mengungkapkan langkah strategis untuk menanggulangi fluktuasi kurs. Ia mempersiapkan skema barter atau imbal dagang dengan pihak Filipina. Ide ini muncul setelah pertemuan dengan seorang pengusaha Filipina di acara ASEAN beberapa waktu lalu.
“Jadi waktu kemarin waktu acara ASEAN kami ketemu salah satu pengusaha dari Filipina. Dia impor barang kita selama ini, karena di Filipina kan juga nilai tukarnya kan juga lagi kurang bagus. Jadi bagaimana kalau kita pakai cara barter,” jelas Budi.
Ia menegaskan bahwa buyer untuk skema barter sudah siap. Penandatanganan kontrak direncanakan pada pertengahan bulan ini. Namun, ia belum menyebutkan jenis komoditas apa saja yang akan masuk dalam skema tersebut.
“Nah ini sudah kita carikan buyer‑nya udah ketemu, nanti tanggal 12 kita akan tandatangan kontrak dengan buyer,” tambahnya.
Perubahan nilai tukar rupiah yang melemah secara tak terelakkan memicu kenaikan harga barang impor. Mulai dari bahan baku pupuk, kedelai, hingga suku cadang (sparepart). Menanggapi hal ini, Budi menegaskan bahwa harga dan stok bahan pokok di pasar domestik masih terpantau stabil.
“Dari importasi bahan baku itu kita monitor, kita terus komunikasi dengan para produsen jangan sampai itu pun terganggu gitu kan jangan sampai stok nggak ada,” ungkapnya.
Data dari Investing menunjukkan bahwa pada 04 Juni 2026, dolar AS pagi ini menguat 49,4 basis poin atau 0,28 % menjadi Rp 18.015. Nilai tukar bergerak dalam rentang Rp 17.937 hingga Rp 18.024 sepanjang hari.
Sementara itu, Google Finance mencatat dolar AS sempat berada di level Rp 18.010 per pukul 23.23 UTC (06.23 WIB). Kemudian turun ke Rp 17.971 per pukul 00.15 UTC (07.15 WIB).
Bloomberg melaporkan bahwa nilai tukar dolar menguat hingga 0,71 % secara harian, dengan level terakhir Rp 17.966.
Dengan langkah barter dan pengawasan ketat terhadap impor, pemerintah berusaha menjaga kestabilan harga domestik meski nilai rupiah terus menurun. Skema ini menunjukkan upaya proaktif untuk mengurangi ketergantungan pada transaksi beruang dolar, sekaligus memelihara keseimbangan perdagangan internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
Dolar AS Kuat, Rupiah Tertekan ke Rp18.000 per Unit Jumat
Purbaya: Outlook Negatif Danantara Sesuai Peringkat
Kebakaran Rumah di Musim Kemarau, Asuransi Zurich Lindungi
Doni Akbar Tekankan Data Akurat dan Modernisasi Rel Kereta
Berita Terbaru
Real Madrid Siap Tambah Bek: Konate, Dumfries, Mourinho
Pasangan Ganda Putri Raih Kemenangan di Indonesia Open 2026
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
PMDSU 2026: Beasiswa Magister‑Doktor Terbuka, Nambah Riset
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
