Rupiah Stabil, BI Lanjut Intervensi Menahan Pelemahan

Ratna D. · 2 min baca · 27 hari lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Rupiah Stabil, BI Lanjut Intervensi Menahan Pelemahan

Gambar atau konten salah?

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan pada konferensi pers di Jakarta, 07 Mei 2026, bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih stabil. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah kebijakan bank telah menjaga kelemahan mata uang tetap sebanding dengan negara lain.

Menurut data Bloomberg, pada penutupan perdagangan hari itu, rupiah ditutup di level Rp 17.333 per US$. “Nilai tukar rupiah juga stabil dengan langkah-langkah BI. Tingkat pelemahan rupiah sudah terjaga sebanding dengan negara lain,” ujarnya.

Di bidang cadangan devisa, Perry menyatakan bahwa posisi Indonesia masih lebih dari cukup. Pada akhir Maret 2026, cadangan mencapai Rp 148,2 triliun. Ia menambahkan bahwa aliran modal asing hingga 30 April 2026 mencapai US$ 3,3 miliar, terutama lewat instrumen SRBI dan SBN. Setelah outflow sebesar US$ 1,7 miliar pada kuartal pertama, total masuk masih positif.

Untuk menahan tekanan nilai tukar, Perry memaparkan tujuh langkah yang telah disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto. Berikut rincian strategi tersebut:

  1. Intervensi tunai melalui Domestic Non‑Deliverable Forward (DNDF) dan Non‑Deliverable Forward (NDF).
  2. Penguatan aliran modal masuk lewat SRBI.
  3. Koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk pembelian SBN di pasar sekunder, dengan total pembelian sejak awal tahun mencapai Rp 123,1 triliun.
  4. Menjaga likuiditas perbankan dan pasar uang, dengan pertumbuhan uang primer mencapai 14,1 %.
  5. Pengurangan batas pembelian dolar di pasar domestik tanpa underlying assets: dari US$ 100 ribu per bulan turun menjadi US$ 50 ribu, dan akan lebih dikurangi menjadi US$ 25 ribu.
  6. Penguatan intervensi di pasar Offshore NDF untuk mengendalikan nilai tukar di luar negeri.
  7. Peningkatan pengawasan bank dan korporasi yang melakukan pembelian dolar tinggi.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan kebijakan proaktif BI dalam menstabilkan mata uang. Meskipun masih ada tekanan dari fluktuasi global, cadangan devisa yang kuat dan aliran modal asing yang positif memberi ruang bagi BI untuk terus menyesuaikan intervensi. Dengan pertumbuhan uang primer yang tetap double digit dan kebijakan pembatasan pembelian dolar yang ketat, pemerintah berusaha menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesianilai tukar rupiahcadangan devisaintervensi pasarSRBISBNNDF

Komentar

Memuat komentar...