Rupiah Tertekan, Harga Dolar Mendekati Rp18.000, Saham Turun
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar rupiah terus tertekan menghadapi dolar Amerika Serikat hingga penutupan perdagangan pada Rabu, 3 Juni 2026. Mata uang Paman Sam mendekati level Rp 18.000.
Menurut data Bloomberg, dolar AS menguat 0,71% dan menutup pada Rp 17.966,5. Pada pembukaan pagi, rupiah berada di Rp 17.863,5 dan kemudian bergerak menguat sebelum akhirnya melemah kembali.
Selama tahun 2026, dolar AS sudah menguat 7,71% terhadap rupiah. Para analis memperkirakan kelemahan rupiah akan berlanjut pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026.
“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.960-18.030,” ungkap analis komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan tertulis pada Rabu, 3 Juni 2026.
Pergerakan rupiah memengaruhi pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepanjang hari dan menutup pada level 5.938,84, turun 4,14%.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa “Kami perkirakan koreksi yang terjadi di JCI saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.”
Secara keseluruhan, pergerakan rupiah yang melemah berdampak pada indeks saham, menandakan ketidakpastian pasar di tengah ketegangan nilai tukar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
