Rupiah Terus Menurunkan, BI Tingkatkan Intervensi Pasar

Guntur P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Rupiah Terus Menurunkan, BI Tingkatkan Intervensi Pasar

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS, menembus level Rp 17.300 per dolar AS. Pada 23 April 2025, data Bloomberg menunjukkan dolar AS menguat ke Rp 17.310 pada pukul 09.35 WIB, namun menutup perdagangan di Rp 17.286. Pelemahan ini menandai tekanan yang terus berlanjut pada mata uang Indonesia.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa tekanan pada rupiah dipicu oleh ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Ia menambahkan bahwa pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%. “Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%,” kata Destry dalam keterangan tertulis.

BI berkomitmen meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Bank juga akan memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.

Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,” jelas Destry.

Cadangan devisa tetap kuat, mencapai US$ 148,2 miliar pada akhir Maret 2026. BI memastikan akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” imbuhnya.

Menurut peneliti senior CSIS, Deni Friawan, pelemahan rupiah terjadi karena masalah struktural yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan instrumen moneter. Ia menyatakan, “Menurut saya dari yang ada, memang BI serba salah karena ini dia sudah berusaha melakukan intervensi terhadap rupiah,”.”

Deni menambahkan bahwa dari sisi kebijakan, BI dianggap sudah berada di jalur yang tepat dengan triple intervention dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Namun efektivitasnya terbatas karena ruang kebijakan semakin sempit, baik dari sisi suku bunga maupun cadangan devisa.

Ia juga mengkritik bahwa instrumen BI terbatas. “Instrumen BI juga terbatas, mau gimana lagi? Paling kan intervensi rupiah secara langsung di pasar, tetapi kan nggak bisa intervensi terus-terusan karena cadangan devisanya bisa habis. Mau naikkan suku bunga mungkin dia juga sulit karena khawatirnya memperparah situasi,” ucap Deni.

Deni

rupiahdolar ASpenurunan nilai tukarintervensi BIcadangan devisakonflik Timur Tengahsuku bungakestabilan pasar

Komentar

Memuat komentar...