Rupiah Turun, Dolar Menembus Rp17.000, Pasar Tertakluk
Gambar atau konten salah?
Senin, 6 April 2026 – Nilai tukar rupiah mengalami penurunan pada perdagangan pagi hari. Dolar Amerika Serikat menguat, menembus level Rp 17.000 untuk pertama kalinya sejak beberapa hari terakhir.
Menurut data Bloomberg, dolar AS bergerak menguat 0,11% di awal sesi, mencapai Rp 16.998. Beberapa menit kemudian, pada pukul 09.18 WIB, dolar menembus Rp 17.009.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis, 2 April 2026, rupiah sempat menguat hingga Rp 17.002.
Prediksi pasar menunjukkan dolar AS akan berada di rentang Rp 16.992 hingga Rp 17.003 pada akhir hari.
Pergerakan dolar juga memengaruhi mata uang lain. Terhadap euro, dolar menguat 0,01%; terhadap franc Swiss, 0,10%; terhadap pound sterling, 0,05%; terhadap dolar Australia, 0,17%. Namun, terhadap yen Jepang, dolar melemah 0,04%; dan terhadap dolar Kanada, melemah 0,03%.
Pergerakan ini menunjukkan ketidakstabilan nilai tukar rupiah, sementara dolar AS tetap kuat di pasar global. Dolar yang terus menguat menambah tekanan pada rupiah, memaksa trader meninjau strategi lindung nilai mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
