Rutan Klungkung Potong Anggaran, Tetap Jaga Makan dan Kesehatan
Gambar atau konten salah?
Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Klungkung menyesuaikan anggaran mengikuti arahan pusat. Meski potongan, kepala Rutan, Alviantino Riski Satriyo, menegaskan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Perkiraan biaya makan napi adalah Rp 22 ribu per hari, dibagi menjadi tiga kali makan. Setelah dipotong pajak, setiap kali makan hanya sekitar Rp 7 ribu. Meski terpotong, menu masih disesuaikan dengan standar gizi dan berputar setiap 10 hari.
“Kalau untuk kebutuhan dasar tetap dipenuhi. Seperti makanan, pelayanan kesehatan tidak ada pengurangan,” ujarnya pada Jumat, 10 April 2025. Ia menambahkan bahwa pengobatan tetap berjalan tanpa potongan.
Potongan anggaran diarahkan ke kegiatan teknis di dalam rutan, termasuk keamanan, rehabilitasi, dan pembinaan kepribadian. “Kegiatan rehabilitasi, lalu kegiatan pembinaan kepribadian, anggaran-anggarannya memang sudah dikurangi sesuai dengan instruksi pusat,” jelas Alviantino.
Selain itu, kebijakan work from home (WFH) tidak memengaruhi operasional Rutan. “Karena kami sifatnya pelayanan dan objek vital, kemungkinan besar kami tidak akan terdampak untuk WFH. Kami bisa membuka pelayanan 100 persen,” tambahnya.
Dengan demikian, meski anggaran dipangkas, Rutan Klungkung tetap menjaga standar makanan, kesehatan, dan layanan lainnya. Kegiatan internal yang lebih mahal dipangkas, sementara pelayanan publik tetap berjalan normal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
