Salah Tinggalkan Liverpool, Slot Pensiun di Akhir Mei
Gambar atau konten salah?
Mohamed Salah mengumumkan kepergian dari Liverpool pada akhir musim 2025/2026. Ia sudah menyatakan niatnya pada Maret 2026, meski masih memiliki satu tahun tersisa di kontrak.
Menurut mantan bek Dejan Lovren, keputusan itu dipicu oleh hubungan yang rusak dengan pelatih baru Arne Slot musim lalu. Slot dianggap satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas ketegangan tersebut.
“Saya rasa itu bukan karena manajemennya, karena satu orang dan menurut saya ya manajernya saja. Mereka tak punya hubungan baik. Sederhananya, dengan Klopp dia punya hubungan yang sangat baik,” kata Lovren dikutip.
Lovren menambahkan bahwa hubungan antara Salah dan Klopp selalu kuat. “Memang tidak selalu sempurna, tapi mereka kenal satu sama lain dengan sangat baik, bisa dibilang juga begitu, dan mereka saling percaya, saling menyukai satu sama lain, dan Mo memberikan segalanya di lapangan buat Klopp, dan Klopp memberinya kepercayaan itu.”
Namun, dengan Slot, situasinya berbeda. “Tapi dengan Slot yang terjadi sebaliknya. Sesederhana itu dan semua tahu karena ketika Anda melihat ke 8-9 musim sebelumnya, dia bagus banget. Lalu musim lalu...Orang-orang bakal bilang, ‘Oh iya, tapi dia juga tampil bagus di tahun pertama Slot’. Tapi kayaknya bukan karena itu, sebab saya rasa dia (Slot) cuma mengambil alih tim sebagaimana adanya, dengan keadaan sebelumnya.”
Lovren menutup dengan kesedihannya atas kepergian Salah. “Jadi seperti yang saya bilang, saya sedih Mo pergi seperti itu. Saya tak pernah menyangka, terutama karena dia masih punya setahun. Tidak ada hubungan antara mereka. Ya, sederhananya, tidak ada hubungan,” imbuh Lovren.
Setelah kepergian Salah, Liverpool mengumumkan pemutusan hubungan dengan Arne Slot pada akhir Mei 2026. Kedua pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama. Keputusan ini menandai akhir dari era Salah di klub, yang sebelumnya memimpin tim meraih gelar juara pada musim 2024/2025.
Keputusan ini menyoroti pentingnya hubungan antara pemain dan pelatih. Keterbatasan komunikasi dan perbedaan pandangan dapat memengaruhi keputusan klub, bahkan ketika pemain masih memiliki kontrak yang menguntungkan. Di dunia sepak bola, dinamika hubungan pribadi sering kali menjadi faktor kunci dalam menentukan masa depan pemain dan pelatih.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Yamal Siap Kembali, Tapi Belum Pasti Main di Piala Dunia 2026
Matthew Baker Debut Muda di Timnas Indonesia Senior Jelang
Reno Salampessy Cedera, Garuda Muda Kalahkan Vietnam
Timnas Iran Hadapi Visa Terbatas, Staf Tidak Masuk Tijuana
Italia Menang 1-0 atas Yunani Meski Bermain 10 Man
Norwegia dan Maroko Imbang 1-1 di Red Bull Arena, Persahabatan
Berita Terbaru
Gempa 7,7 Mindanao: Indonesia Siaga Tsunami, Waspada
Tsunami Deteksi di Sulawesi Utara & Maluku Utara 7,7 Mindanao
Cuaca Ringan Hujan di Jawa Tengah, Cerah Berawan Hari Senin
Redmi Pad 2 9.7 Hadir 6 Juni, Tablet Kompak untuk Pelajar
Ruben Onsu Berfokus pada Hak Bertemu Anak, Bukan Maaf
BMKG Pasang Peringatan Tsunami Pasca Gempa M7,7 Laut Mindanao
ASDP Tarik Diskon 100% Jasa Kepelabuhanan Libur Sekolah
Berbahagialah: Pesan Yesus tentang Kebahagiaan Selamanya
