Tsunami Deteksi di Sulawesi Utara & Maluku Utara 7,7 Mindanao

Maya K. · 1 min baca · 1 jam lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Tsunami Deteksi di Sulawesi Utara & Maluku Utara 7,7 Mindanao

Gambar atau konten salah?

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, memicu tsunami yang kini sudah terdeteksi di pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui status peringatan dini tsunami pasca‑gempa.

Data sensor alat pengukur pasang surut (tide gauge) BMKG menunjukkan gelombang pertama mendarat di Loloda, Halmahera Barat, Maluku Utara pada pukul 07.20 WIB. Ketinggiannya mencapai 0,09 meter (9 sentimeter). Beberapa menit kemudian, pukul 07.27 WIB, tsunami terdeteksi di dua wilayah Kepulauan Sulawesi Utara: Melonguane, Kepulauan Talaud dengan ketinggian 0,19 meter (19 sentimeter), dan Ulusiau, Sitaro dengan 0,18 meter (18 sentimeter).

“(Tsunami) Telah terdeteksi di Loloda-Halmahera Barat, Melonguane-Kepuluan Talaud (Sulut),” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, Senin (08 Juni 2026).

Meski ketinggian gelombang masih di bawah 20 sentimeter, BMKG menegaskan bahwa ancaman tsunami belum selesai. Gelombang berikutnya dapat lebih kuat dan lebih tinggi. Pusat gempa berada pada koordinat 5,80° LU; 125,14° BT, di laut 244 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, kedalaman 47 km.

Warga di zona bahaya diimbau untuk tidak mendekati pantai atau muara sungai. BMKG meminta tetap tenang namun waspada, dan wajib mengikuti instruksi evakuasi serta arahan keselamatan dari BPBD, BNPB, dan BMKG. Peringatan dini ini akan terus diperbarui sampai resmi dicabut.

Situasi ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan komunitas pesisir. Meskipun gelombang saat ini kecil, potensi tsunami yang lebih besar masih ada. Warga perlu memantau peringatan dan siap mengikuti arahan evakuasi bila diperlukan.

Gempa bumiTsunamiBMKGPeringatan diniPesisir Sulawesi UtaraMaluku UtaraEvakuasi

Komentar

Memuat komentar...