Salat di Pesawat: Panduan Praktis & Pandangan Mazhab dari Ulama

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Salat di Pesawat: Panduan Praktis & Pandangan Mazhab dari Ulama

Gambar atau konten salah?

Jemaah haji yang akan menuju Tanah Suci biasanya menempuh perjalanan udara selama 9‑10 jam. Selama penerbangan, mereka pasti melewati satu atau beberapa waktu salat fardhu. Untuk tetap menjaga hubungan dengan Allah SWT, banyak yang memilih untuk melaksanakan salat di pesawat dengan duduk di kursi penumpang dan bersuci melalui tayamum.

Namun, ulama tidak sepakat mengenai keabsahan salat di dalam pesawat. Ada dua pendapat utama yang diambil dari buku panduan ibadah. Pendapat pertama, yang dipegang oleh Imam Hanafi dan Imam Malik, menyatakan bahwa salat di kendaraan tidak sah. Alasannya sulit mendapatkan air untuk wudhu, tidak ada debu yang memenuhi syarat tayamum, dan pesawat tidak menyentuh bumi sehingga tidak memenuhi syarat tempat beribadah.

Berbeda dengan pendapat pertama, Imam Ahmad dan Iman Syafi'i menganggap salat di kendaraan sah. Namun, Imam Syafi'i menekankan bahwa sholat fardhu yang dilaksanakan di pesawat harus diulang ketika sudah sampai di tujuan. Kedua pendapat ini menegaskan bahwa kewajiban salat tetap harus dipenuhi sesuai waktu, bahkan dalam kondisi darurat. Tidak ada yang menyatakan bahwa situasi darurat dapat menghilangkan kewajiban salat, baik dengan wudhu maupun tayamum.

Bagaimana cara melaksanakan salat di pesawat? Menurut buku Fiqih karya Hasbiyallah, jika memungkinkan, pelaksanaan salat sebaiknya dilakukan secara sempurna. Namun, bila tidak memungkinkan, cukup duduk di kursi saja sudah cukup. Saat melaksanakan salat, tidak perlu menghadap kiblat secara fisik, namun niat harus tetap menghadap kiblat.

Berikut langkah-langkah salat di pesawat secara terperinci:

  • Takbiratul ihram dilakukan sambil duduk di kursi.
  • Menjepit tangan sambil membaca doa iftitah.
  • Membaca Al‑Fatihah dan satu surah lain dari Al‑Qur’an.
  • Rukuk dilakukan dengan tubuh sedikit condong ke depan, tetap di posisi duduk.
  • Sujud dilakukan dengan tubuh lebih condong ke bawah dibanding rukuk.
  • Antara dua sujud, duduk di kursi.
  • Gerakan yang sama diulang pada rakaat berikutnya.
  • Sholat diakhiri dengan salam.

Untuk tayamum di pesawat, buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa memberikan panduan sederhana:

  • Mulai dengan basmalah.
  • Letakkan telapak tangan pada permukaan yang mengandung debu. Di pesawat, ini bisa di kursi di depan, jendela, atau tempat lain yang diyakini bersih.
  • Blow dust pada kedua telapak tangan.
  • Usap wajah.
  • Usap punggung telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri, lalu punggung telapak tangan kiri dengan telapak tangan kanan.
  • Usap tangan hanya sampai pergelangan.

Dengan demikian, jemaah haji dapat menyesuaikan pelaksanaan sholat di pesawat sesuai pandangan mazhab dan kondisi perjalanan. Meskipun perjalanan memakan waktu lama, menjaga hubungan spiritual tetap penting. Menjalankan salat atau tayamum di dalam pesawat memungkinkan mereka tetap mematuhi kewajiban waktu tanpa mengabaikan kenyamanan dan keamanan penerbangan.

Sholat di pesawatTayamum di pesawatPendapat mazhabWaktu salat fardhuPenerbangan 9-10 jamKewajiban salat tetapBuku Fiqih HasbiyallahPanduan Shalat wanita

Komentar

Memuat komentar...