Samsung Luncurkan TV Pintar Vision AI di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Samsung menilai masa depan televisi tidak sekadar soal layar besar atau kualitas gambar tajam. Perusahaan asal Korea Selatan berpendapat era baru TV mengarah pada perangkat hiburan berbasis kecerdasan buatan yang mampu memahami kebutuhan pengguna.
President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, CU Kim, menjelaskan visi Samsung dengan menyoroti bahwa selama puluhan tahun inovasi TV lebih berfokus pada peningkatan kualitas display dan performa hardware. Namun, kini arah perkembangan mulai berubah, di mana AI menjadi lapisan penting yang membuat TV dapat beradaptasi dengan kebiasaan pengguna. “Televisi kini memasuki era baru. Yang berubah adalah bagaimana intelligence dibangun di atas fondasi tersebut, memungkinkan TV untuk lebih memahami konten, mempelajari preferensi pengguna, dan menyesuaikan pengalaman penggunaan dalam kehidupan sehari‑hari,” ujar CU Kim.
Samsung menyebut Vision AI dirancang untuk mengubah TV menjadi intelligent entertainment companion atau pendamping hiburan pintar di rumah. Teknologi ini memungkinkan TV mengoptimalkan kualitas gambar dan suara secara otomatis sesuai konten yang sedang ditonton dan kondisi lingkungan sekitar.
Tak hanya itu, Vision AI juga menghadirkan fitur conversational AI yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan TV secara lebih natural, termasuk meminta rekomendasi tontonan hingga informasi tertentu secara langsung. Samsung menegaskan bahwa tujuan utama Vision AI bukan mengubah kebiasaan menonton masyarakat, melainkan membuat pengalaman menikmati konten menjadi lebih seamless, personal, dan intuitif. “Perubahan paling nyata yang dapat dirasakan pengguna adalah kesederhanaan dalam pengalaman penggunaan. TV ini mampu beradaptasi secara otomatis dan memberikan rekomendasi yang relevan,” tambah CU Kim.
Menurut Samsung, teknologi semacam ini akan sangat relevan dengan konsumen Indonesia. TV kini menjadi pusat hiburan keluarga, terutama untuk streaming berbagai layanan konten digital baik gratis maupun berbayar. Meningkatnya konsumsi streaming menjadi salah satu alasan utama penggunaan TV di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan pengalaman menonton yang lebih immersive dan pintar.
Karena itu, Samsung menilai fitur seperti AI Picture Enhancement dan Adaptive Sound akan menjadi kemampuan yang paling dirasakan manfaatnya oleh pengguna sehari‑hari. Selain menghadirkan Vision AI, Samsung juga memperkenalkan inovasi TV terbaru seperti Micro RGB TV dan Mini LED TV di Indonesia. Teknologi tersebut diklaim menjadi bagian dari visi jangka panjang Samsung menghadirkan TV yang mampu menyatu secara natural dalam kehidupan pengguna.
Masa depan TV terletak pada bagaimana teknologi dapat menyatu secara seamless dalam kehidupan sehari‑hari — memahami pengguna, beradaptasi dengan kebutuhan mereka, dan membuat setiap momen terasa lebih bermakna,” tutup CU Kim.
Dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam tampilan dan suara, Samsung berupaya menciptakan televisi yang tidak hanya menampilkan gambar, tetapi juga memahami konteks dan preferensi pengguna. Inovasi seperti Vision AI, AI Picture Enhancement, dan Adaptive Sound menandai langkah baru dalam evolusi TV, mempersiapkan konsumen Indonesia untuk menikmati hiburan yang lebih personal dan adaptif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
Fabiola Pimpin Scam Internasional dengan Video Call Online
Ariston Pamer Andris 3: Water Heater Cerdas Kamar Mandi
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Berita Terbaru
Real Madrid Siap Tambah Bek: Konate, Dumfries, Mourinho
Pasangan Ganda Putri Raih Kemenangan di Indonesia Open 2026
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
PMDSU 2026: Beasiswa Magister‑Doktor Terbuka, Nambah Riset
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
