Sanksi FIFA Turunkan Malaysia ke 135, Piala Asia 2027 Hilang

Hari W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Sanksi FIFA Turunkan Malaysia ke 135, Piala Asia 2027 Hilang

Gambar atau konten salah?

Di Kuala Lumpur, pelatih Timnas Malaysia, Peter Cklamovski, menilai sanksi FIFA atas dua kekalahan Walk Out (WO) 0-3 melawan Nepal dan Vietnam di Kualifikasi Piala Asia 2027 sebagai pukulan bagi timnya.

Ranking FIFA Timnas Malaysia turun drastis setelah sanksi tersebut. Harimau Malaya anjlok 14 peringkat ke posisi 135 pada ranking FIFA terbaru.

Sanksi itu muncul karena Malaysia menurunkan pemain yang tidak sah untuk dimainkan. Pemain itu terlibat skandal pemalsuan dokumen agar bisa dinaturalisasi Malaysia.

Indonesia kini berada di atas Malaysia di ranking FIFA. Tim Garuda berada di peringkat ke 121.

Meski Cklamovski menganggap Malaysia berada dalam tren apik, ia menyatakan kondisi ini jelas menjadi pukulan bagi timnya.

Malaysia sebelumnya memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Asia 2027. Namun, akibat sanksi tersebut, Arif Aiman dkk dipastikan mengubur mimpi ke Piala Asia tahun depan.

Menanggapi situasi, Cklamovski menegaskan bahwa Malaysia harus segera bangkit dan menjadikan sanksi ini sebagai pelajaran.

“Ya, jelas dalam 12 bulan terakhir, Anda tahu, kami bergerak ke arah yang benar dalam hal itu. Sekali lagi, segala sesuatu yang dapat kami kendalikan - cara kami berlatih, cara kami bermain, cara kami menganalisis lawan, cara kami menganalisis sepak bola kami, dan bagaimana kami dapat terus mengembangkan sepak bola kami,”

“Jadi, hal-hal di luar lapangan telah mempengaruhi kami - itu sedikit hambatan - tetapi saya kira dalam setiap kisah hebat ada sisi negatifnya dan kita harus menerima ini,”

Kesimpulannya, sanksi FIFA menurunkan posisi Malaysia di ranking dunia, menutup peluang Piala Asia 2027, dan memaksa pelatih serta pemain untuk memperbaiki proses internal dan mentalitas tim.

Sanksi FIFAPiala Asia 2027Ranki FIFA MalaysiaWalk OutPemalsuan dokumenPeter CklamovskiTimnas Malaysia

Komentar

Memuat komentar...