Sapi 950kg Dijual Rp80 Juta ke Prabowo, Siap Kurban Idul Adha
Gambar atau konten salah?
Sapi jumbo yang hampir mencapai satu ton, bernama Glendoh, menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto setelah dibeli oleh peternak Sragen, Hadi Sumanto, berusia 84 tahun. Sapi berukuran 950 kilogram ini akan menjadi hewan kurban pada Idul Adha mendatang.
Hadi mengungkapkan rasa syukurnya ketika ia mendengar kabar bahwa sapi yang ia beri nama Glendoh telah terjual kepada Prabowo. Ia menjelaskan bahwa pada usia yang sudah tua, ia mulai merasa lelah merawat sapi dengan porsi pakan yang besar. “Ya ceritanya saya tidak tahu (pasti), ini yang mengurus anak cucu saya. Katanya dibeli Pak Prabowo. Saya yang merawat tentu senang sekali, apalagi saya sudah tua, sudah capek,” ujarnya saat ditemui di rumahnya di Dukuh Tugu, Tangkil, Sragen, Selasa (12 Mei 2026).
Untuk mencapai berat 950 kilogram, Hadi bersikap telaten dalam memberi pakan. Setiap harinya, sapi tersebut diberi pakan dua kali, yakni pagi dan sore. Menu utamanya terdiri dari rumput segar dan jerami padi. Pemberian komboran rutin, dengan biaya mencapai Rp 25 ribu per hari, menjadi kunci pertumbuhan berat badan sapi. “Pemberian pakan dua kali sehari, kita beri nutrivit, polar, ampas pohong, dan katul, tambah damen suket,” jelasnya.
Setelah mencapai berat fantastis, sapi tersebut akhirnya dilepas dengan harga Rp 80 juta. Meski sudah sepuh, semangat Hadi untuk beternak tidak surut. “(Dijual berapa Mbah?) Rp 80 juta nggih, bobotnya 950 kilo, jenisnya limosin cross,” jawabnya. Ia menyebut uang hasil penjualan akan digunakan untuk membeli bibit sapi baru. “Ya mungkin dibelikan lagi. Ini sudah lihat‑lihat, ada sapi harga Rp 28 juta, ada juga yang ditawarkan Rp 27,5 juta,” ungkapnya.
Hadi menambahkan bahwa ia memberi nama sapi tersebut Glendoh dan menurutnya, sapi tersebut berusia 3,5 tahun. “Namanya Glendoh, (arti nama tersebut) nggak ada, usianya saat ini 3,5 tahun,” tegasnya. Rencananya, sapi tersebut akan menjadi hewan kurban di masjid di kawasan Sangiran, Sragen, dan akan dikirim mendekati hari Idul Adha. “Rencana dikirim ke masjid dekat Sangiran mendekati hari H,” pungkasnya.
Di balik kebahagiaan, Hadi berharap dapat memperoleh fasilitas kandang yang lebih layak. Ia merasa tempat yang digunakannya saat ini belum memenuhi syarat untuk memelihara sapi berkualitas. “Saya minta supaya dikasih tempat (kandang). Tempat yang sekarang tidak memenuhi syarat. Saya minta ke Pak Prabowo kalau boleh, supaya tahun depan bisa tetap memelihara hewan lagi,” pungkasnya.
Plt Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen, Suparno, mengonfirmasi bahwa Prabowo memang membeli sapi milik Hadi. Ia menjelaskan bahwa proses pemilihan dimulai dari instruksi Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah untuk mencari sapi terbaik di wilayah Sragen.
“Iya betul (Pak Prabowo beli sapi di Pak Hadi) jadi diawali dari kita menerima surat dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah. Bahwasanya kita disuruh mencarikan sapi yang besar, kalau bisa yang paling besar di Kabupaten Sragen, dan yang memenuhi syarat untuk kurban,” ujar Suparno saat dihubungi.
Suparno menambahkan bahwa pihak dinas tidak sembarangan memilih. Setelah menerima instruksi, informasi tersebut disebarkan ke grup mantri hewan se-Sragen. Dari sana, muncul beberapa kandidat sapi yang kemudian diverifikasi langsung oleh tim dinas ke lapangan. “Dari beberapa sapi itu kita cek, dan yang cocok, yang bagus, yang memenuhi syarat sapinya Mbah Hadi yang di Tangkil itu,” tuturnya.
Setelah menemukan sapi yang sesuai kriteria, proses berlanjut ke tahap presentasi virtual. Pihak dinas dan peternak melakukan koordinasi langsung dengan Sekretariat Negara melalui Zoom Meeting. “Begitu sudah di-Zoom dan akhirnya dari pihak Setneg cocok, sapinya sudah deal, ya sudah akhirnya sapinya Mbah Hadi yang dipilih,” terang Suparno.
Dengan keputusan ini, sapi Glendoh akan menjadi bagian dari upacara kurban Idul Adha di Sragen. Kegiatan ini menunjukkan kerja sama antara peternak lokal, dinas pertanian, dan pemerintah pusat dalam memfasilitasi penyediaan hewan kurban yang memenuhi standar. Rencana pengiriman ke masjid di kawasan Sangiran menandai langkah penting dalam persiapan Idul Adha, sekaligus memberi kesempatan bagi peternak seperti Hadi untuk terus berkontribusi pada tradisi keagamaan di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
