Sapi jumbo menghancurkan tenda pernikahan Pasir Kulon

Lia N. · 2 min baca · 7 hari lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Sapi jumbo menghancurkan tenda pernikahan Pasir Kulon

Gambar atau konten salah?

Pada malam hari, sebuah pernikahan diadakan di Grumbul Sokawera, Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Tamu tak diundang muncul secara tiba‑tiba, yaitu Sapi berukuran jumbo yang menambah kegelisahan di antara para hadirin. Suasana yang biasanya penuh kebahagiaan berubah menjadi heboh ketika binatang itu melintas di antara para tamu.

Video singkat berdurasi 13 detik, yang diambil oleh warga setempat, memperlihatkan peristiwa porak poranda. Sapi tersebut menabrak berbagai perabotan di dalam tenda hajatan, termasuk kursi, meja, dan toples. Semua barang berserakan, menambah kekacauan di tengah pesta pernikahan yang sempat terhenti.

Kepala dusun setempat, Mei Nur Khasanah, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB di RT 4 RW 4, Desa Pasir Kulon. Foto dan video menjadi bukti visual yang kuat.

Pada saat itu, lokasi pernikahan pasangan Winda dan Fajar dipenuhi tamu undangan. Sapi tersebut baru saja diambil dari penjual dan diturunkan dari mobil pengangkut. Setelah turun, sapi itu tampak lepas dan mulai bergerak cepat di sekitar area.

Kejadian ini diduga disebabkan oleh stres sapi yang berada di lingkungan baru. Lingkungan yang ramai dengan tamu, anak‑anak, dan suara gaduh membuat binatang itu gelisah. Adaptasi tempat baru menjadi faktor penting dalam menimbulkan perilaku tak terduga.

"Jadi berdasarkan informasi, kejadian sekitar jam 7 malam. Sapi kurban itu baru datang diambil dari penjual lalu baru turun dari mobil," kata Mei saat dihubungi pada Rabu, 27 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa stres akibat perubahan lingkungan memicu kegelisahan sapi.

Ia menjelaskan bahwa posisi tenda hajatan berada di depan tempat yang lurus, sehingga sapi yang gelisah akhirnya berlari menuju tenda. Faktor adaptasi dan ketidakpastian lingkungan baru menjadi penyebab utama peristiwa ini.

Tangkapan layar video memperlihatkan seekor sapi kurban masuk ke dalam tenda hajatan di Grumbul Sokawera, Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, pada Selasa, 26 Mei 2026 malam. Foto tersebut menjadi bukti visual yang menegaskan kejadian tersebut.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah meja dan kursi tamu mengalami kerusakan. Beberapa toples pecah dan dekorasi bunga di lokasi hajatan juga berantakan setelah tertabrak sapi. Kerusakan ini menambah beban biaya bagi pasangan pengantin.

"Beberapa kursi patah dan toples-toples pecah. Bunga-bunga dekorasi juga jadi berantakan," jelasnya. Ia menegaskan bahwa kerusakan tersebut tidak menimbulkan luka pada tamu maupun pengantin.

Meskipun situasi menimbulkan panik, sapi tersebut akhirnya berhasil dievakuasi warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, sehingga semua tamu tetap berada dalam kondisi aman.

"Tapi sapinya tidak ngamuk dan akhirnya bisa dievakuasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan meja, kursi dan toples yang pecah. Tamu undangan sempat pada heboh. Tapi tidak bubar, hanya minggir karena takut," pungkasnya. Ia menegaskan bahwa semua orang tetap tenang setelah kejadian.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap binatang yang datang ke acara pernikahan. Meskipun tidak menimbulkan luka, kerusakan pada perabotan dan dekorasi menambah beban biaya bagi pasangan. Kesiapan dan penanganan cepat warga membantu menghindari korban jiwa.

Sapi jumbopernikahanGrumbul SokaweraPasir Kulontenda hajatankerusakanstres sapievakuasi

Komentar

Memuat komentar...