Sapi Kecil Rani Meninggal, Rekor Ganti Manikyam India

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Sapi Kecil Rani Meninggal, Rekor Ganti Manikyam India

Gambar atau konten salah?

Di media sosial, gambar sapi kecil bernama Rani menular kembali. Sapi ini berasal dari Bangladesh dan dikenal dengan tinggi 51 cm (atau 20 inci) dan berat 26 kg. Karena ukurannya, ia pernah diberi gelar sapi terpendek di dunia.

Rani meninggal pada tahun 2021. Menurut petugas peternakan setempat, Sajedul Islam mengatakan: “Perut Rani membengkak dan dia dilarikan untuk mendapatkan perawatan sekitar tengah hari pada hari Kamis. Namun, dokter hewan tidak dapat menyelamatkan nyawanya dan dia meninggal dalam beberapa jam.”

Ia mengalami pembengkakan perut akibat makan berlebihan dan penumpukan gas, kata Sajedul Islam. Penyebab ini sering terjadi pada sapi kecil yang dibiakkan sedarah.

Selama masa pandemi, Rani menjadi bintang lokal. Ribuan orang berbondong-bondong mengunjungi peternakannya di Savar, dekat Dhaka, meski ada lockdown. Kunjungan tersebut menunjukkan betapa orang penasaran dengan sapi kecil ini.

Beberapa pejabat Bangladesh menulis di Facebook bahwa pihak berwenang sudah memberi tahu Guinness Book of Records tentang kematian Rani.

Sejak saat itu, rekor sapi terkecil di dunia dipegang oleh Manikyam di India. Manikyam memiliki tinggi 61,1 cm (atau 24 inci).

Rani lahir di peternakan milik Kazi Sufian, dekat Dhaka. Ia adalah Bhutti, jenis sapi Bhutan yang biasanya dipelihara agar ukurannya pas namun tetap menghasilkan susu dan daging berkualitas.

Rani bukan hanya sapi kecil, ia juga kerdil. Tinggi Rani hanya seperempat dari ukuran Bhutti dewasa biasa. Dwarfisme pada sapi ini disebabkan oleh perkawinan sedarah, dan biasanya membuat umur singkat. Rani hanya hidup 2 tahun.

Kasus Rani menyoroti bagaimana pemeliharaan sapi kecil dapat menimbulkan masalah kesehatan. Meskipun menjadi selebriti, kondisi genetis dan perawatan yang kurang memadai dapat memengaruhi kualitas hidup hewan.

Ranisapi kecilBangladeshGuinness World Recordsdwarfismepeternakan Savarperawatan hewan

Komentar

Memuat komentar...