Sapi Kurban di Makassar 2026: Pilihan Ras dan Harga Terbaru
Gambar atau konten salah?
Idul Adha selalu menjadi momen penting bagi umat Islam yang mampu, di mana ibadah kurban menjadi tradisi yang identik. Seiring dengan kedatangan hari raya, penjualan hewan kurban di berbagai tempat mulai ramai, termasuk di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurut buku Fikih Qurban karya Dr. Mohammad Ikhwanuddin dan rekan, hewan kurban harus berasal dari golongan al‑an’am atau ternak. Unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba semua diperbolehkan, tanpa memandang ras atau jenis.
Di Makassar, sapi menjadi salah satu pilihan utama. Di pasar-pasar hewan kurban, penjual menawarkan berbagai jenis sapi, mulai dari Sapi Bali, Sapi Limosin, Sapi Simental, Sapi Lokal, hingga Sapi Bibit. Setiap ras memiliki ciri khas yang memengaruhi harga dan preferensi pembeli.
Observasi di Jalan Tun Abdur Razak menunjukkan minimal lima jenis sapi kurban tersedia pada Selasa, 12 Mei 2026. Sapi Bali dan lokal menjadi yang paling banyak dicari, karena mudah ditemukan dengan variasi ukuran dan harga.
“(Banyak dibeli masyarakat untuk kurban) Yang jelasnya (sapi jenis) Bali,” ujar salah satu pedagang, Ilham, Selasa (12/5/2026). Meskipun begitu, variasi jenis sapi dapat berbeda di tiap lapak, dan masih ada pedagang lain yang menawarkan jenis lain.
Berikut penjelasan lengkap tentang masing-masing jenis sapi kurban yang dijual di Makassar:
Sapi Bali
Sapi Bali adalah ras asli Indonesia, hasil domestikasi banteng (Bibos banteng) sejak sekitar 3.500 SM. Nama berasal dari Pulau Bali, namun kini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Ciri-ciri fisik:
- Badannya kompak, padat, sintal, tidak berpunuk, ukuran sedang, badan memanjang.
- Warna bulu betina dan jantan (godel) merah bata; jantan berubah menjadi hitam pada usia 1,5 tahun, menjadi hitam mulus pada 3 tahun. Setelah dikebiri, warna hitam bisa berubah menjadi coklat tua atau merah bata.
- Keempat tungkainya putih, mirip memakai kaos kaki putih; bagian pantat berbentuk cermin.
- Bibir, perut, ujung ekor, dan tepi telinga putih; moncong, kuku, ujung ekor hitam.
- Garis belut hitam memanjang di punggung dari gumba hingga ekor.
- Bulu pendek, halus, licin, mengilap, kulit halus berpigmen.
- Hidung lebar, dahi datar, telinga sedang berdiri.
- Badannya padat dengan dada dalam, kaki ramping menyerupai kerbau.
- Tanduk jantan tumbuh ke luar kepala, betina ke dalam.
Keunggulan Sapi Bali:
- Kualitas daging tinggi.
- Kesuburan tinggi.
- Mudah beradaptasi dengan iklim tropis.
- Perubahan warna tubuh unik.
- Domestik dengan nenek moyang masih hidup.
- Sering kelahiran kembar.
- Penanda DNA mikrosatelit HEL9 dan INRA35.
- Hanya bangsa sapi yang tahan jembrana.
Sapi Limosin
Sapi limosin berasal dari Eropa, banyak ditemukan di Prancis. Di Indonesia, biasanya hasil persilangan dengan sapi lokal seperti ongole, brahman, dan hereford. Sapi limosin murni sulit ditemukan karena kebanyakan peternak memelihara hasil persilangan.
- Badannya besar, panjang, padat, kompak.
- Warna kulit cokelat, cokelat muda, kuning keabu‑abuan, atau hitam.
- Bagian bawah perut, paha dalam, sekitar mata, moncong, anus, ujung ekor lebih terang.
- Kulit tidak memiliki pigmentasi; bulu tebal menutupi tubuh.
- Leher pendek, tanduk kuning di dasar, lebih gelap di ujung.
- Tanduk tumbuh ke samping, melengkung ke depan dan atas.
- Tinggi tubuh sekitar 1,5 meter, panjang badan 1,75‑1,95 meter.
Keunggulan Sapi Limosin:
- Pertumbuhan tubuh cepat.
- Bobot jantan dewasa > 1.000 kg.
- Kualitas daging baik.
- Cocok di daerah curah hujan tinggi.
- Adaptasi iklim sedang.
Sapi Simental
Sapi simental berasal dari Lembah Simme di Oberland Bernese, Swiss, termasuk kelompok sapi fleckvieh. Sapi ini populer di Eropa karena pertumbuhan cepat, tubuh besar, dan kemampuan menyusui anak baik.
- Warna kulit beragam: cokelat, kuning keemasan, hingga putih.
- Bagian kepala, kaki, dada biasanya putih.
- Tanduk besar dan padat.
- Bobot dewasa 1.000‑1.150 kg.
- Bobot 1.400 kg pada sapi dewasa.
- Pertambahan bobot harian 2,1 kg.
Keunggulan Sapi Simental:
- Pertumbuhan cepat.
- Bobot tinggi.
- Kualitas daging baik.
- Adaptasi iklim baik.
Sapi Lokal
Sapi lokal dikembangbiakkan di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan. Peternakannya semi‑intensif: penggembalaan terbatas dan pemberian pakan alami seperti rumput dan limbah pertanian.
Sapi Bibit
Sapi bibit dipelihara untuk menghasilkan keturunan berkualitas dalam usaha budidaya sapi pedaging. Kualitas bibit sangat menentukan keberhasilan usaha, sehingga pemilihan bibit harus melalui proses seleksi. Bibit harus sehat, tumbuh baik, dan mampu menghasilkan keturunan unggul. Istilah sapi bibit tidak merujuk pada satu jenis sapi tertentu, melainkan pada sapi dengan kualitas unggul untuk diternakkan kembali.
Dengan pemahaman ini, pembeli di Makassar dapat memilih jenis sapi kurban yang sesuai kebutuhan, baik dari segi ukuran, harga, maupun kualitas daging. Setiap jenis memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari adaptasi iklim, pertumbuhan, hingga nilai gizi daging. Pilihan yang tepat dapat memaksimalkan kepuasan ibadah kurban dan memastikan hewan yang dipilih layak untuk disembelih.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
