Sapi Kurban Ponorogo Tambah Layanan Perawatan Premium
Gambar atau konten salah?
Di Kabupaten Ponorogo, persaingan penjualan hewan kurban semakin ketat menjelang Idul Adha 2026. Peternak tidak hanya mengandalkan ukuran dan berat sapi, melainkan juga menambah layanan perawatan premium untuk menarik pembeli.
Salah satu peternak yang menonjol adalah Danang Saputro, berasal dari Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung. Ia menerapkan pola pemeliharaan khusus agar sapi tetap prima hingga hari penyembelihan. “Perawatan premium kepada sapi-sapi kurban menjadi nilai lebih di peternakan kami,” ujar Danang, Jumat (15/5/2026).
Menurut Danang, kualitas sapi kurban tidak hanya dilihat dari ukuran tubuh, tetapi juga pola pemeliharaan sejak awal. Setiap sapi dipelihara dengan pengawasan ketat mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan, hingga perawatan kesehatan.
Di peternakannya tersedia berbagai jenis sapi kurban: sapi lokal, sapi Bali, simental, limosin, dan Belgian blue. Beberapa di antaranya bahkan memiliki bobot mendekati satu ton. Namun, yang menjadi pembeda bukan semata ukuran sapi, melainkan kondisi kesehatan dan kenyamanan hewan selama dipelihara.
Ia menjelaskan, sapi-sapi diberi pakan dengan komposisi seimbang berupa konsentrat dan hijauan seperti rumput gajah serta silase jagung. Pola pakan tersebut dirancang untuk menjaga pertumbuhan dan kestabilan kondisi tubuh ternak. “Pakan menggunakan konsentrat dan hijauan seperti rumput gajah serta silase jagung,” katanya.
Selain itu, perawatan kesehatan juga dilakukan secara rutin. Mulai dari pemberian vitamin, vaksinasi, hingga obat cacing untuk memastikan sapi tetap sehat menjelang Idul Adha. Sapi-sapi di sini rutin diberi vitamin, vaksinasi dan obat cacing, ungkap Danang yang juga berprofesi sebagai dokter hewan.
Fokus pada kualitas ternak tidak berhenti di situ. Danang juga menyediakan layanan tambahan bagi pembeli. Setiap sapi yang dibeli akan tetap dirawat secara gratis hingga mendekati hari penyembelihan. Bahkan, tersedia fasilitas pengiriman langsung ke lokasi konsumen. Menurutnya, layanan tersebut membuat pembeli lebih praktis karena tidak perlu repot mengurus perawatan hewan sebelum kurban. “Kalau menjelang Idul Adha memang harus ekstra, karena persaingan juga ketat,” ujarnya.
Polisi pelayanan menyeluruh ini turut mendongkrak nilai jual sapi kurban. Danang menambahkan, harga jual sapi bisa meningkat sekitar 10 hingga 20 persen setiap tahun saat permintaan sedang tinggi.
Salah satu calon pembeli, Sujarno, mengaku tertarik membeli sapi di peternakan tersebut karena melihat langsung kondisi hewan yang sehat dan terawat. “Sapinya sehat dan yang merawat memang orang yang paham kesehatan hewan,” kata Sujarno.
Dengan pendekatan holistik ini, peternak di Ponorogo menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang semakin kompetitif. Layanan perawatan premium dan pengiriman langsung menjadi nilai tambah yang menarik bagi konsumen, sekaligus memberi peternak peluang meningkatkan pendapatan di musim Idul Adha.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Berita Terbaru
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
