Sarapan Bergaram Tingkatkan Risiko Jantung, Coba Pilih Serat

Dedi S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Sarapan Bergaram Tingkatkan Risiko Jantung, Coba Pilih Serat

Gambar atau konten salah?

Di pagi hari, kebiasaan kecil yang tampak sepele bisa menambah beban bagi jantung. Meskipun sarapan sering dianggap penting, makanan yang dipilih dapat berbalik merugikan organ vital ini.

Seringkali, orang memilih makanan cepat saji atau produk olahan yang mengandung garam tersembunyi. Garam, atau natrium, tersebar di nugget, sosis, roti, dan berbagai makanan ultra‑processed (UPF). Ketika natrium masuk ke dalam tubuh, tekanan darah dapat naik, dan jantung harus bekerja lebih keras.

Dr. Robert Segel, MD, menegaskan bahwa natrium tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. “Asupan natrium tinggi menyebabkan tubuh menahan cairan, meningkatkan tekanan darah, dan menaikkan risiko gagal jantung,” kata Segel. Eating Well, 25 Maret 2026.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi natrium lebih tinggi memiliki risiko 19 persen lebih besar terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan yang mengonsumsi natrium rendah. Kelebihan natrium mengganggu sistem pengatur tekanan darah—renin‑angiotensin—dan memaksa jantung memompa darah lebih keras.

Rata‑rata konsumsi natrium di Indonesia melebihi 3.300 mg per hari, sementara American Heart Association merekomendasikan batas maksimal 1.500 mg untuk menjaga kesehatan jantung.

Selain garam, UPF juga kaya lemak jenuh. Sebuah studi menemukan bahwa mengonsumsi sedikit lebih dari 140 gram daging olahan per minggu dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 46 persen.

Serat, komponen penting bagi pencernaan dan kesehatan jantung, seringkali kurang dalam makanan olahan. Makanan nabati—buah, sayur, biji‑biji utuh, dan kacang‑kacangan—menyediakan serat. Namun, kebanyakan orang belum mencapai kebutuhan sekitar 28 gram per hari.

Untuk menambah serat di pagi hari, coba tambahkan oatmeal atau buah‑buah seperti apel, pir, pisang, dan jeruk ke dalam menu sarapan. Pilihan sederhana ini dapat membantu menyeimbangkan asupan natrium dan serat.

Dengan memperhatikan kandungan natrium, lemak jenuh, dan serat dalam sarapan, seseorang dapat mengurangi risiko masalah jantung. Menyesuaikan kebiasaan pagi menjadi langkah kecil namun penting untuk kesehatan jantung jangka panjang. (avk/kna)

natriumgaram tersembunyimakanan cepat sajirisiko gagal jantungseratUPFtekanan darah

Komentar

Memuat komentar...