Sate Keroncong: Warung Kambing 62 Tahun di Jatinegara

Jaka M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Sate Keroncong: Warung Kambing 62 Tahun di Jatinegara

Gambar atau konten salah?

Di tengah gang Gang Lele, Jalan Matraman Raya, tersembunyi sebuah warung yang sudah berdiri sejak tahun 1960-an. Warung ini dikenal dengan nama Sate Sederhana Keroncong dan menawarkan olahan kambing yang tak pernah bau prengus.

Lokasinya mudah ditemukan karena ada plang yang jelas di depan gang. Meski berada di dalam gang, pelanggan tidak kesulitan menemukannya.

Nama warung ini bermula dari penampilan musik keroncong yang sering muncul di depan pintu. Seorang pemilik, Sri Mulyono, mengingat kembali: “Ya akhirnya nggak sengaja dibuatin namanya sate keroncong. Sampai sekarang dikenalnya seperti itu.”

Warung ini sudah beroperasi sejak sekitar tahun 1964, atau 62 tahun lalu. Kini, warung masih dikelola oleh generasi kedua, namun cita rasanya tetap sama.

Menu utama warung ini adalah olahan kambing: sate, gule, dan tongseng. Semua menggunakan kambing perempuan yang agak tua, berbobot di atas 30 kilogram, sehingga dagingnya berkarakter lebih kuat.

Sate kambing yang disajikan memiliki potongan besar dan dibumbui dengan kecap serta bumbu celup khas Jawa Tengah. Proses pembakarannya singkat, hanya sekitar 5 menit, sebelum dicelup dua kali ke bumbu.

Bumbu celup dibuat dari gula jawa dan rempah, termasuk kayu manis. Sri Mulyono menjelaskan: “Iya itu diolahnya tuh sampai kental itu kurang lebih lima-enam jam. Makanya biar itu gula tapi gak ada yang pernah disentuh semut.”

Setelah matang, sate disajikan bersama bumbu kecap, irisan tomat, bawang merah, cabe rawit, dan sedikit merica. Tekstur daging tetap empuk jika dimakan segera setelah selesai.

Gule kambing juga menjadi favorit. Warung memulai proses memasak gule sejak pukul 6 pagi dan menyelesaikannya pada pukul 9 pagi, menggunakan api kayu. Proses ini memakan waktu tiga jam sebelum dikeluarkan untuk dipanaskan.

Gule di sini tidak menggunakan jeroan. Sri Mulyono mengungkap: “Sebenarnya kalau aslinya gulai itu ada jeroan sebetulnya ya. Tapi di sini kan banyak yang nolak di Jakarta, jadi kita gak pakai jeroan. Jadi jualannya hanya tulangan, krewet, dan paru.” Kuahnya kuning pucat dengan rasa gurih santan dan rempah ringan.

Tongseng kambing menambah variasi. Kuahnya lebih cokelat karena ditambah kecap manis, namun tetap seimbang rasa. Tongseng diisi dengan potongan daging dan lemak kambing saja, tanpa tulangan atau jeroan.

Setiap menu disajikan dengan irisan tomat dan cabe rawit, menambah asam dan pedas. Kol renyah juga menjadi pelengkap yang membuat makan lebih lahap.

Harga menu cukup terjangkau: satu porsi sate kambing seharga Rp 75.000, sedangkan gule dan tongseng masing-masing Rp 50.000. Warung buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 17.30 WIB.

Alamat lengkapnya: Gang Lele, Jalan Matraman Raya No. 224, Jatinegara, Jakarta Timur. Warung ini menjadi pilihan bagi yang ingin mencicipi olahan kambing tradisional sebelum Idul Adha 2026, yang jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.

Dengan sejarah panjang, cita rasa konsisten, dan proses memasak tradisional, Sate Sederhana Keroncong tetap menjadi tempat favorit bagi pecinta daging kambing di Jatinegara.

Warung Sate Sederhana KeroncongSate kambingGule kambingTongseng kambingGang LeleJatinegaraIdul Adha 2026

Komentar

Memuat komentar...