Satgas Banjir Palembang Dibentuk Herman Deru Koordinasi Lintas
Gambar atau konten salah?
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memulai langkah baru dengan membentuk satuan tugas terpadu (satgas) khusus menangani banjir di Kota Palembang. Satgas ini dirancang untuk mengatasi masalah koordinasi yang seringkali lambat antarinstansi ketika banjir melanda wilayah-wilayah di Palembang.
Pada Senin, 4 Mei 2026, Herman Deru mengadakan rapat khusus yang berlangsung dari pagi hingga sore. Ia menjelaskan agenda rapat tersebut: “Rapat khusus ini dari pagi sampai sore hari ini beragenda untuk merumuskan dan mengeksekusi dalam penanganan banjir di Kota Palembang serta infrastruktur lainnya baik itu yang berkenaan dengan kota, provinsi, maupun pusat,”. Rapat tersebut bertujuan merumuskan dan mengeksekusi solusi bagi banjir serta infrastruktur terkait.
Deru menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara sektoral karena melibatkan berbagai kewenangan, mulai dari pemerintah kota, provinsi, hingga pusat. Oleh sebab itu, semua pihak harus bergerak dalam satu komando melalui satgas yang dibentuk.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan turut mengundang tiga balai dari pemerintah pusat: Bina Marga, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, dan Cipta Karya. Keterlibatan ketiga balai ini dianggap penting untuk memastikan sinkronisasi program dan percepatan penanganan infrastruktur.
Salah satu tantangan utama, menurut Deru, adalah pengelolaan sungai yang tersebar dalam berbagai kewenangan. Dari total 114 sungai di Palembang, 11 berada di bawah kewenangan provinsi, 19 di bawah kewenangan pusat, dan sisanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota.
Ia mengutip: “Ada 114 sungai di Kota Palembang, 11 kewenangan provinsi, 19 kewenangan pusat, sisanya kota. Ini semua saling berhubungan dan bermuara ke Sungai Musi. Jadi saya minta tidak ada birokrasi yang menghambat,”. Kondisi ini membuat penanganan banjir berjalan tidak optimal karena masing-masing pihak bekerja sesuai kewenangan tanpa koordinasi yang kuat.
Dengan adanya satgas, diharapkan seluruh program penanganan dapat terintegrasi dan lebih efektif. Satgas tidak hanya fokus pada kelembagaan, tetapi juga membahas langkah-langkah percepatan di lapangan, termasuk penanganan titik rawan banjir dan perbaikan infrastruktur pendukung.
Deru menekankan bahwa setiap permasalahan yang sudah teridentifikasi harus segera ditindaklanjuti tanpa menunggu proses administratif yang berlarut-larut. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah.
Ia mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif mencegah banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia menegaskan: “Ini punya kita bersama, minimal sampah jangan dibuang sembarangan. Penyebab banjir bukan hanya kontur, tapi banyak karena sumbatan sampah,”.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha.
Satgas yang dibentuk oleh Herman Deru bertujuan mengatasi banjir di Palembang dengan koordinasi lintas instansi, mempercepat penanganan infrastruktur, dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Dengan integrasi yang lebih baik, harapannya banjir dapat diatasi secara lebih cepat dan efektif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
