Satpol PP Tangkap Pengemis Viral yang Menyumpahi Warga

Vera T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Satpol PP Tangkap Pengemis Viral yang Menyumpahi Warga

Gambar atau konten salah?

Di 29 April 2026, Satpol PP Solo menindak seorang pengemis yang menjadi viral karena menyumpahi warga. Video yang diunggah akun Instagram @Satpolpp_kotasurakarta menampilkan seorang pria yang meminta‑minta uang dan dimarahi pengunjung karena menyumpahi anaknya.

Pria tersebut bernama Aji Pangestu alias Ganden. Ia terlihat berdiri di depan gerai, menuntut uang sambil mengucapkan sumpah serapah. Ketika seorang wanita perempuan menolak, ia langsung menyumpahi anaknya. Wanita itu kemudian berteriak:

"Ngomong o meneh mas, ndek mau opo mas, kok ndongakke anake cacat ki ngopo (ngomong lagi mas, tadi apa mas, kok mendoakan anak cacat kenapa),"

Menanggapi kejadian tersebut, Didik Anggono, Kepala Satpol PP, mengatakan ia langsung menelusuri lokasi. Ia menemukan pengemis itu di daerah Mojo, setelah video viral menyebar. Didik mengungkapkan:

"Setelah ada video viral pengemis tersebut melontarkan sumpah serapah kemudian kita telusuri, ternyata selang dari satu jam itu bisa ketemu. Rumahnya daerah Mojo, kemudian namanya itu adalah Aji Pangestu, alias Ganden,"

Menurut Didik, Aji Pangestu bukan orang pertama yang melakukan perilaku serupa. Ia menamai pengemis tersebut sebagai “pemain lama” yang sering meminta‑minta dan menyumpahi orang yang tidak memberi. Didik menambahkan:

"Ternyata dia ini pemain lama. Nah, setelah kita tangkap, sudah lama dia minta-minta, kemudian nyumpahi orang gitu ya, komenan di IG-nya Satpol PP itu kan ternyata banyak yang sudah pernah ketaton (kejadian) ya,"

Ia juga menjelaskan perilaku pengemis tersebut secara lebih detail:

"Dikek'i (diberi) panganan ra gelem (tidak mau), njaluk dhuwit (minta uang), kemudian omongane elek (bicaranya kasar) seperti itu. Ternyata tidak hanya satu dua orang, dan itu sudah banyak korbannya,"

Selama interogasi di kantor Satpol PP, pengemis menunjukkan komunikasi yang cukup baik, namun ia mengaku memiliki kelainan mental. Didik menegaskan:

"Kalau melihat dari kejiwaannya, kelihatannya ada keterbelakangan mental. Saat klarifikasi memang lancar bicaranya, tapi dia mengaku punya kelainan, seolah-olah saat menyumpahi orang itu bukan dirinya,"

Setelah proses penyelidikan selesai, Aji Pangestu diserahkan ke Dinas Sosial Surakarta untuk menjalani asesmen lebih lanjut di rumah singgah. Petugas di Dinas Sosial menilai apakah pengemis tersebut memerlukan penanganan medis kejiwaan atau pembinaan lainnya. Didik menyatakan:

"Untuk saat ini tadi masih di Dinsos ya, masih dicek, diasesmen, apakah memang ini ada keterbelakangan kejiwaan dan mentalnya. Kalau memang seperti itu nanti langkah dari Dinsos seperti apa, apa perlu untuk ditelaah lebih jauh atau nanti dia dipulangkan,"

Pengemis telah menandatangani surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia menyatakan sendiri di depan petugas yang sudah kami videokan. Satpol PP menegaskan komitmen untuk terus memantau situasi:

"Pelakunya sudah membuat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi. Dia menyatakan sendiri di depan petugas yang tadi sudah kami videokan. Dan ke depan kami akan terus melakukan monitoring. Kan kita sudah membuka kanal aduan yang bisa diakses secara real-time,"

Satpol PP mengimbau warga Solo agar segera melapor melalui kanal aduan real‑time jika menemukan kejadian serupa lagi. Dengan demikian, tindakan cepat dapat dilakukan sebelum situasi berlarut-larut.

Kasus ini menegaskan pentingnya respons cepat dan koordinasi antara Satpol PP dan Dinas Sosial dalam menangani masalah sosial yang melibatkan perilaku tidak terduga. Dengan penanganan yang terstruktur, diharapkan korban dan pelaku dapat mendapatkan bantuan yang tepat.

Satpol PP Solopengemis viralAji Pangestusumpah serapahDinas Sosial Surakartakelainan mentalkoordinasi Satpol PP

Komentar

Memuat komentar...