Sayur Keliling Polman Turun karena BBM Tertahan, SPBU Padat
Gambar atau konten salah?
Sayur keliling di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengalami penurunan aktivitas berjualan karena kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) di beberapa SPBU.
Amri, salah satu pedagang sayur keliling, mengungkapkan bahwa sejak sulit mendapat BBM, tiga penjual di wilayahnya memutuskan berhenti berjualan. Gara-gara susah dapat BBM mulai ada penjual (sayur keliling) yang berhenti, ungkap Amri kepada wartawan, Sabtu (4/4/2026).
Ia menambahkan bahwa sebelumnya ada sekitar sepuluh penjual, namun kini hanya tujuh yang masih aktif. Kalau kemarin-kemarin ada 10 penjual sekarang berkurang 3 (yang berhenti berjualan). Kalau kondisi sudah normal mereka baru akan jualan kembali, ungkapnya.
Amri menjelaskan bahwa kesulitan mendapatkan BBM mulai dirasakan warga setelah kabar pemerintah akan menaikkan harga BBM pada 1 April 2026. Situasi tersebut membuat SPBU ramai, menimbulkan antrean panjang kendaraan.
Ia keluh bahwa sejak informasi kenaikan harga bensin, proses pembelian BBM di Pertamina (SPBU) menjadi sulit. Pokoknya semenjak ada informasi mau naik harga bensin kita sudah kesulitan. Kalau mau beli BBM di Pertamina (SPBU) harus ki antre lama, di pengecer juga susah, kalaupun ada mahal sekali harganya sampai 30 ribu per botol, keluh Amri.
Lia, penjual sayur keliling lainnya, mengaku omsetnya menurun karena harus mengurangi jam operasional akibat antrean lama di SPBU. Ia menyatakan bahwa pendapatan berkurang seiring waktu yang hilang untuk berjualan.
Ia mengutip, Sangat kesulitan sekarang karena tersita waktu antre lama di SPBU, dikurangi waktu jualan, pendapatan juga berkurang, tuturnya.
Lia juga menambahkan bahwa kenaikan harga BBM memicu kenaikan harga barang kebutuhan lainnya. Mulai naik semua harga barang-barang semenjak dikabarkan mau naik ini harga bensin, jadi terpaksa kita juga ikut menaikkan harga. Warga mengeluh tapi mau diapa karena sekarang susah, apalagi harga bensin di pengecer sangat mahal, jelasnya.
Ali, salah satu pengawas SPBU Wonomulyo, menegaskan bahwa pasokan BBM dari Depo Pertamina Parepare, Sulawesi Selatan tetap normal meski kadang mengalami keterlambatan.
Ia menyatakan, Pasokan tetap normal, 24 ton sehari. Memang terkadang ada sedikit keterlambatan. Untuk sementara pembelian juga kita batasi, motor maksimal 50 ribu sedangkan mobil 250 ribu, pungkasnya.
Situasi ini menegaskan bahwa kendala pasokan BBM di SPBU dapat berdampak langsung pada aktivitas pedagang sayur keliling. Ketidakpastian harga BBM dan antrean panjang memaksa penjual menyesuaikan operasional, sementara SPBU berusaha menyeimbangkan pasokan dengan pembatasan pembelian. Kenaikan harga BBM telah memicu kenaikan harga barang kebutuhan, menambah beban ekonomi warga di Polman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luwu Utara Cetak 2,960 Ha Lahan Sawah Baru, Target 20,000 Ha
Daftar Isi Doa Rosario 6 Mei 2026: Renungan dan Pengharapan
Umat Katolik Renungkan Hati Tersuci Maria pada 13 Juni 2026
Sabtu 13 Juni 2026: Jadwal Piala Dunia & Cara Menonton
13 Juni 2026: 27 Dzulhijjah 1447 H, Dua Bulan Hijriah di Juni
Jadwal Puasa Muharram 2026: Tanggal dan Niat Penting
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
