SBY Melukis 19 Seniman di Taman Kyai Langgeng Magelang
Gambar atau konten salah?
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghabiskan Senin, 11 Mei 2026, di Taman Kyai Langgeng Kota Magelang. Di sana, ia melukis bersama 19 seniman setempat secara langsung, menorehkan pemandangan di atas Sungai Progo. Saat cuaca cerah, Gunung Sumbing biasanya terlihat jelas, namun hari itu awan menutupi puncak gunung, sehingga hanya aliran sungai yang menonjol.
“Hari ini saya dan para pelukis dari Kota Magelang tengah berada di Taman Kyai Langgeng Magelang. Tempat ini sangat indah, tidak semua kota memiliki taman seperti ini,” kata SBY usai melukis, Senin, 11 Mei 2026.
“Yang lebih indah lagi adalah di belakang saya, Sungai Progo. Nun jauh di sana sebenarnya kalau cuacanya bagus kita bisa melihat Gunung Sumbing. Meskipun sekarang tidak terlihat karena tertutup awan, tetapi landskap ini saja dengan cuaca seperti ini menurut saya juga beautiful,” sambung SBY.
Acara ini memang dirancang sebagai melukis bersama. SBY diberitahu bahwa 19 pelukis dari Kota Magelang mengajak Wali Kota dan dirinya melukis pada sore hari. Ia sudah keliling melihat lukisan teman-teman, mencatat bahwa mayoritas aliran realis impresionis, sementara satu atau dua melukis abstrak atau semi abstrak.
“Dan saya melihat, tata warna yang hijau, kemudian banyak detail, realis juga bagus. Mana yang terang, mana yang gelap. Saya menyampaikan lukisan teman-teman sore hari ini bagus, meskipun ada yang belum selesai,” katanya.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, turut hadir dan mengungkapkan kebanggaan kota atas kehadiran SBY. Ia menegaskan bahwa SBY memiliki banyak kenangan di Magelang dan menghargai kontribusi warga muda.
“Acara ini betul-betul acara melukis bersama. Saya diberi tahu ada 19 pelukis dari Kota Magelang yang mengajak Pak Wali Kota dan saya sendiri untuk melukis pada sore hari ini. Saya sudah keliling melihat lukisan teman-teman, beautiful, bagus. Rata-rata aliran realis impresionis, hanya satu, dua, yang melukis dalam gaya abstrak atau pun semi abstrak,” ujar SBY.
SBY juga mendapat bantuan fotografi dari Mas Anung Anindito, juru foto istana selama sepuluh tahun. Ia menyiapkan foto panorama Gunung Sumbing sebagai referensi.
“Sore hari suka tidak kelihatan Gunung Sumbing itu. Oleh karena itu saya diberi fotografi oleh Mas Anung Anindito, itu juru foto istana selama 10 tahun dulu. Ngasih saya, Sumbing dengan panorama yang indah di belakang saya ini dalam bentuk foto,” lanjutnya.
Selama kegiatan, SBY menyelesaikan lukisan di sisi kanan dalam waktu 4 jam. Ia menilai karya tersebut realis impresionis dan memuji hasilnya.
“Itulah yang tadi pagi saya selesaikan. Yang di sebelah sini (kanan) ini saya selesaikan dalam waktu 4 jam. Ini boleh dikatakan realis impresionis. Jadi saya tidak bersalah kalau sudah sampai Magelang ingin melukis Gunung Sumbing dari Taman Kyai Langgeng kok nggak ada buktinya. Alhamdulillah ini selesai dan ini menurut saya pemandangan alam, panorama yang begitu indah,” katanya.
“Beliau (SBY) banyak kenangan di Kota Magelang. Saya ucapkan terima kasih, apresiasi yang setinggi-tingginya untuk beliaunya. Bahwa Kota Magelang di hati beliau,” kata Damar.
Peristiwa ini menegaskan keterlibatan SBY dalam seni lokal dan penghargaan terhadap keindahan alam Magelang. Melalui lukisan dan kolaborasi dengan seniman setempat, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan dapat berinteraksi langsung dengan budaya dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara pemerintah kota dan warga, sekaligus menyoroti pentingnya melestarikan ruang terbuka hijau di tengah perkembangan kota.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
