SD Baros Mandiri 7 Berisiko Tutup, Dipadu dengan Baros 3
Gambar atau konten salah?
SD Negeri Baros Mandiri 7 yang terletak di Jalan Haji Haris, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, kini berisiko tutup. Rencana penggabungan sekolah ini muncul setelah pemerintah daerah meninjau kapasitas dan jumlah siswa di wilayah tersebut.
Menurut Nana Suyatna, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, keputusan ini didasari oleh Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 yang melarang sekolah menjalankan dua sesi pembelajaran. Aturan tersebut ditujukan bagi sekolah yang kekurangan ruang kelas atau siswa, sehingga perlu penataan ulang kapasitas.
“Sehingga sesuai aturan itu, perlu penataan ulang kapasitas sekolah untuk pemerataan mutu dan pembelajaran yang sehat. Tidak boleh ada lagi proses pembelajaran dua sesi dalam satu hari,” kata Nana saat dikonfirmasi, 18 Mei 2026.
Data yang dikumpulkan menunjukkan SDN Baros Mandiri 7 menjadi prioritas penggabungan. Sekolah ini hanya memerlukan enam kelas untuk menampung 225 siswa. Karena kelas enam akan lulus, jumlah siswa akan menurun lagi. Namun, sekolah tersebut memiliki 11 ruang kelas, yang dianggap berlebihan.
“Secara kebutuhan, SD itu hanya perlu 6 kelas dengan jumlah siswa 225. Sementara kelas 6 juga akan lulus, jadi jumlah siswa berkurang. Di sekolah itu ada 11 ruang kelas, jadi dianggap terlalu berlebihan,” tambah Nana.
Beberapa sekolah tetangga memiliki jumlah siswa lebih banyak tetapi masih memiliki ruang kelas berlebih. Opsi penggabungan dianggap langkah paling memungkinkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Rencana merger akan menggabungkan SDN Baros Mandiri 7 dengan Baros Mandiri 3. Siswa dari Baros Mandiri 7 diberi kebebasan memilih sekolah tujuan, apakah Baros Mandiri 4, Baros Mandiri 5 atau Baros Mandiri 6, sesuai keinginan dan jarak tempat tinggal.
“Rencana secara lembaga mergernya dengan Baros Mandiri 3, tapi siswa (Baros Mandiri 7) boleh memilih mau ke Baros Mandiri 4, 5 atau 6 sesuai dengan keinginan dan jarak tempat tinggal,” jelas Nana.
Langkah selanjutnya adalah mengalihfungsikan gedung sekolah menjadi SMP Negeri 6 Kota Cimahi. Saat ini, SMPN 6 yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto menerima 1.092 siswa, terbagi dalam 30 rombel. Namun, hanya ada 20 kelas, sehingga terjadi kekurangan 10 kelas dan pembelajaran dua sesi.
“Jumlah siswa SMPN 6 itu ada 1.092 siswa terbagi dalam 30 rombel. Sedangkan rombelnya hanya 20 kelas, artinya ada kekurangan 10 kelas. Jadi belajarnya dua sesi,” ucap Nana.
Dengan penggabungan dan pemanfaatan kembali fasilitas, pemerintah kota berharap dapat menyeimbangkan kapasitas ruang kelas dan jumlah siswa, sekaligus meminimalkan pembelajaran dua sesi yang tidak diinginkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
