SD Negeri 2 Ciganjeng: Garasi Motor Jadi Kebun Anggur
Gambar atau konten salah?
SD Negeri 2 Ciganjeng, yang terletak di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, telah mengubah garasi kendaraan menjadi green house anggur. Inovasi ini menjadi bahan edukasi bagi pelajar. Selain sarana belajar, siswa juga bisa memanen dan menikmatinya secara langsung.
Green house berukuran 7 x 7 meter itu berdiri tepat di depan sekolah. Di dalamnya, tanaman anggur impor tampak merambat hijau dan rimbun.
Meski baru ditanam sekitar enam bulan lalu, tanaman tersebut kini telah berbuah lebat dan siap dipanen.
Pada Selasa, 31 Maret 2024, lahan tersebut langsung ditengok jajaran Disdikpora Kabupaten Pangandaran.
Mereka bahkan ikut memetik dan mencicipi buah anggur berwarna hijau dan ungu yang tampak segar dan manis itu. Buah hasil panen itu juga dibagikan kepada para siswa yang sebelumnya terlibat langsung dalam proses penanaman dan perawatan.
"Saya sangat mengapresiasi terobosan kepala sekolah yang sudah berhasil menanam anggur. Ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain," kata Soleh di SD Negeri 3 Ciganjeng kepada wartawan.
"Tentunya aksi yang dilakukan sekolah ini menjadi inspirasi bagi semua satuan pendidikan di Pangandaran," ucapnya.
Ia mengatakan green house ini tak hanya berfungsi sebagai kebun anggur, tetapi juga tetap dimanfaatkan sebagai area parkir kendaraan bermotor. Konsep multifungsi itu menjadi solusi cerdas dalam keterbatasan ruang.
"Awalnya memang akan dibangun garasi motor. Tapi setelah diskusi dan terinspirasi dari lingkungan, akhirnya kami sepakat membuat green house tanaman anggur yang juga bisa difungsikan sebagai garasi," kata Wahyuningsih.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Ciganjeng, Wahyuningsih, menyampaikan inovasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan kelompok tani setempat, termasuk dua petani yakni Kang Tahmo dan Kang Didi.
Mulai dari penyediaan media tanam hingga bibit anggur, semuanya dilakukan bersama sambil melibatkan siswa dalam proses belajar.
Dari sisi pendanaan, sekolah bersama komite mengajak siswa untuk berpartisipasi melalui program kencleng. Siswa menyisihkan sebagian uang jajan secara sukarela sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan green house itu.
Lebih dari sekadar proyek pertanian, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter. Siswa belajar tentang proses budidaya, tanggung jawab, hingga kesabaran menunggu masa panen.
"Mereka jadi tahu cara menanam dan merawat tanaman. Dari segi karakter juga terbentuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. Bahkan mereka merasa tidak enak jika mengambil buah tanpa izin, jadi belajar menahan diri sampai waktu panen," ucapnya.
Inovasi ini menonjolkan penggunaan ruang terbatas secara produktif, menggabungkan pendidikan, pertanian, dan karakter siswa di SD Negeri 2 Ciganjeng, sekaligus memberi contoh bagi sekolah lain di Pangandaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
