Sekawanan Lebah Melintas Tol Bali Mandara Bikin Panik

Lia N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Sekawanan Lebah Melintas Tol Bali Mandara Bikin Panik

Gambar atau konten salah?

Video yang menunjukkan sekawanan lebah melintas di atas Tol Bali Mandara menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengendara, khususnya para motor, pada Minggu (19 April 2026). Video tersebut menjadi viral di media sosial, memicu pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali merespons dengan memberikan penjelasan ilmiah. Kepala BKSDA, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa lebah adalah serangga sosial yang memiliki mekanisme adaptasi terhadap perubahan lingkungan, seringkali dipicu oleh perubahan cuaca.

Menurut Ratna, lebah merupakan hewan ektoternal yang regulasi suhu tubuhnya sangat tergantung pada lingkungannya. “Lebah merupakan hewan ektoternal yang regulasi suhu tubuhnya sangat tergantung pada lingkungannya,” ujarnya. Ia menambahkan, “Fenomena perpindahan koloni (swarming) bertujuan untuk mencari sarang yang baru. Lazim terjadi jika habitat yang lama tidak lagi mendukung; terjadi perubahan kondisi lingkungan (suhu, kelembapan, atau gangguan); koloni lebah berkembang dan membutuhkan ruang baru. Fenomena ini juga dapat dikaji dalam perspektif ekologi sebagai bentuk respons organisme terhadap dinamika ekosistem.”

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, BKSDA Bali telah berkoordinasi dengan seorang akademisi dari Universitas Udayana, Prof Ni Luh Putu Eswaryanti dari Fakultas MIPA. Prof Eswaryanti memverifikasi bahwa musim pancaroba, panas terik, dan angin dapat memicu perpindahan koloni lebah menuju tempat yang lebih favorable. “Beliau memverifikasi bahwa musim pancaroba, panas terik dan angin dapat memicu perpindahankoloni lebah menuju tempat yang lebih favorable,” lanjut Ratna.

Lokasi Tol Bali Mandara berdekatan dengan kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai, yang merupakan habitat alami bagi serangga seperti lebah. Ratna menjelaskan, “Yang memanfaatkan nektar dari bunga-bunga mangrove. Infrastruktur dari bangunan Tol Bali Mandara (kolong atau terowongan) menyediakan perlindungan dari hujan, angin kencang, perubahan suhu yang ekstrem, dan minim gangguan dari predator sehingga menjadi tempat yang ideal untuk membuat sarang.”

Meskipun aktivitas lebah bersifat agresif secara masif, tidak ada pengendara yang terluka akibat fenomena tersebut. Ratna menegaskan bahwa kondisi lalu lintas sudah mulai kondusif. Ia menutup dengan pernyataan: “Fenomena ini umumnya berlangsung dalam waktu singkat. Masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak perlu merasa khawatir berlebihan.”

Ringkasnya, video sekawanan lebah di Tol Bali Mandara menimbulkan kekhawatiran, namun penjelasan ilmiah dan verifikasi akademik menunjukkan bahwa perilaku tersebut merupakan reaksi adaptif lebah terhadap perubahan lingkungan. Tidak ada cedera, dan pengendara diharapkan tetap waspada tanpa panik.

lebahTol Bali MandaraBKSDA Baliperpindahan kolonimangrovemusim pancarobafenomena swarmingkeamanan pengendara

Komentar

Memuat komentar...