Sekolah Rakyat Bandung Tertunda, Tanah Tidak Memenuhi Standar

Nita W. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Sekolah Rakyat Bandung Tertunda, Tanah Tidak Memenuhi Standar

Gambar atau konten salah?

Jumat, 10 April 2026 – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bandung masih tertunda karena tiga lahan yang diusulkan tidak memenuhi persyaratan. Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menjelaskan bahwa kota telah mengajukan tiga calon lokasi di Kecamatan Ujungberung dan Cibiru. Namun, luas lahan minimal 5 hektare tidak terpenuhi.

"Kita masih mencari lokasinya, karena memang ada standarnya. Sebetulnya sudah ketemu di tiga lokasi, tapi belum memenuhi syarat dari Kementerian PUPR," kata Sativa. Ia menargetkan lahan tersebut dapat diusulkan paling telat 2027, sehingga Kementerian PUPR dapat langsung memulai pembangunan dan sekolah siap digunakan pada awal 2028.

Sementara itu, Sekolah Rakyat masih beroperasi di fasilitas sementara. Siswa menumpang di Balai Latihan Kerja (BLK), Politeknik Kesejahteraan Sosial, dan Balai Wyata Guna. "Kota Bandung punya Sekolah Rakyat, tapi namanya Sekolah Rakyat rintisan. Jumlah siswanya ada 250 orang," ungkap Sativa.

Untuk mencari lahan baru, kota sedang menyiapkan beberapa opsi. Salah satunya adalah mencari aset milik Pemkot Bandung yang lokasinya berada di luar wilayah kota. "Tidak apa-apa di luar Kota Bandung, yang penting asetnya Kota Bandung. Kita akan terus mencari apakah ada lahan Kota Bandung di kabupaten misalnya, yang penting asetnya punya Kota Bandung," tambahnya.

Dengan kondisi ini, pembangunan Sekolah Rakyat masih menunggu lahan yang memenuhi standar. Sementara sekolah rintisan tetap beroperasi di fasilitas sementara, menunggu keputusan akhir mengenai lokasi yang layak.

Sekolah Rakyat BandungPembangunan SekolahLahan Tidak Memenuhi PersyaratanDinas Sosial BandungKementerian PUPRFasilitas SementaraAset Pemkot Bandung

Komentar

Memuat komentar...