Sekolah Rakyat Majalengka: 100 Situs Memulai Pembangunan
Gambar atau konten salah?
Gus Ipul, Menteri Sosial sekaligus nama panggilan Saifullah Yusuf, menelusuri kemajuan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Majalengka pada hari Jumat, 24 April 2026. Ia menegaskan bahwa program ini sudah mulai bergerak di banyak wilayah.
Menurutnya, 100 titik telah berada dalam proses pembangunan. “Per hari ini itu sudah ada 100 titik yang sedang dalam proses pembangunan.” Ia menambahkan bahwa beberapa lokasi sudah mencapai 20 persen dan yang lain 40 persen pembangunan.
Gus Ipul berharap target tersebut dapat dimanfaatkan pada MPLS dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada bulan Juli. “Itu yang ditargetkan nanti bulan Juli bisa kita manfaatkan untuk MPLS, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah,” ujarnya.
Namun ia tidak menutup kemungkinan kendala. Beberapa lokasi masih menunggu keputusan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengenai kelayakan lahan. “Belum semuanya bisa dibangun karena faktor lahannya belum dinyatakan sepenuhnya layak. Sementara kami bersama daerah terus mendorong supaya syarat-syaratnya bisa clear and clean, termasuk kontur tanahnya,” jelasnya.
Di Majalengka, Sekolah Rakyat masih beroperasi di gedung sementara. Gus Ipul menegaskan bahwa tanah sudah clear dan rencana tahun ini adalah membangun gedung permanen dengan kapasitas 1.000 siswa. “Sekolah rintisan itu menggunakan gedung sementara. Insyaallah karena tanahnya sudah clear, tahun ini kalau sesuai rencana akan dibangun gedung permanen dengan kapasitas 1.000 siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap agar setiap kabupaten memiliki minimal satu gedung permanen. “Nanti akan ada tahap ketiga, tahap keempat. Harapannya setiap kabupaten memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.
Seiring dengan progres tersebut, jumlah siswa Sekolah Rakyat juga bertambah. Tahun ini, total siswa di seluruh Indonesia mencapai hampir 16 ribu. “Ya tentu nanti akan terus meningkat, tahun ini seluruh Indonesia ada hampir 16 ribu. Tahun 2026 ini kami mengalokasikan lebih dari 30 ribu, sehingga totalnya nanti akan ada 45 ribu lebih siswa. Tahun depan itu lebih dari 100 ribu,” ungkapnya.
Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan bagi masyarakat paling membutuhkan. Proses seleksi dilakukan melalui penjangkauan, bukan pendaftaran terbuka. “Kita pastikan yang bisa sekolah di sini adalah yang paling tidak mampu. Jangan ada yang main-main, jangan ada titipan, suap, segala macam. Kita tidak membuka pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah bertahap dan fokus pada kelayakan lahan, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat melayani lebih banyak anak di masa depan, sekaligus memperkuat akses pendidikan bagi yang paling membutuhkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
