Selat Hormuz Sidokare: Jalan Tertutup, Viral, Mediasi RT
Gambar atau konten salah?
Di Sidoarjo, sebuah nama baru muncul di Google Maps: Selat Hormuz Sidokare. Nama itu tidak merujuk pada jalur laut di Timur Tengah, melainkan sebuah jalan di Perumahan Sidokare Asri yang tiba-tiba ditutup.
Semua bermula ketika beberapa akun TikTok, salah satunya @Brilliant_Prayoga, menayangkan rekaman CCTV. Di dalamnya, seorang pria lanjut usia menutup jalan dengan jemuran dan plang besi. Ia memegang tongkat, menutup setengah jalan sehingga pengemudi terpaksa mundur. Beberapa kendaraan bahkan tergores karena harus melintasi penghalang.
Video itu cepat menyebar. Warganet memanggilnya “Selat Hormuz” karena terlihat seperti penjagaan jalur internasional. Nama itu kemudian muncul di Google Maps, menimbulkan lebih banyak komentar dan candaan.
Ketua RT 53, RW 16, Abdul Rofik, mengaku bahwa aksi tersebut dilakukan oleh salah satu warga. Ia mengatakan penutupan ini bukan pertama kalinya dan sering menimbulkan konflik. “Memang kejadian seperti itu sudah sering. Tapi waktu itu kondisinya terlalu penuh, jadi tidak bisa lewat, akhirnya terjadi percekcokan,” mengatakan Rofik. Ia menegaskan bahwa penghalang itu bukan fasilitas resmi RT, melainkan penutupan pribadi.
RT sudah melakukan mediasi antara MH (66) dan warga yang terdampak. Rofik berharap masalah ini cepat selesai. “Tadi malam sudah ada mediasi dengan lingkungan. Insyaallah sudah selesai dan besok direncanakan sudah clear,” pungkas Rofik.
Di Google Maps, lokasi tersebut diberi rating 2,1. Ulasan mayoritas bersifat sindiran dan candaan. Salah satu komentar dari Yubiantara berbunyi: “Njauk tulung gruduk en ae (minta tolong digeruduk saja),” menandakan ketegangan yang meluas.
MH, pria lansia di balik penutupan, akhirnya mengungkap alasan. Ia mengatakan tujuannya menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan dan menjaga keselamatan anak-anak. “Saya itu tujuannya penertiban, banyak mobil parkir seenaknya dan tidak memikirkan lingkungan,” mengatakan MH. Ia juga menambahkan bahwa ia tidak menutup jalan sepenuhnya, melainkan menerapkan sistem buka-tutup. “Di situ juga sering ada anak-anak kecil lewat mendadak, jadi saya antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan,” lanjutnya.
Merasa disudutkan oleh narasi viral, MH berencana menempuh jalur hukum. Ia menegaskan, “Itu di media sosial tidak sesuai fakta. Tidak ada konfirmasi ke saya, langsung viral. Rencana hari Senin saya akan laporkan ke Polresta Sidoarjo, bagian IT,” mengatakan MH. Ia juga bersedia bertanggung jawab jika terbukti melanggar aturan.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana tindakan lokal dapat dengan cepat menyebar secara digital, menimbulkan interpretasi yang salah dan konflik antar tetangga. Komunitas di Sidokare Asri berusaha menyelesaikan masalah ini melalui mediasi, sembari menunggu keputusan hukum dari pihak berwenang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Berita Terbaru
Knicks Kalahkan Spurs 105-95, Brunson 30 Poin di Frost
Sony Beri 3 Game PS4/PS5 Gratis untuk Anggota PS Plus
Kucing Terapi Pinecone Jadi Asisten Guru Seni Rhode Island
Pemerintah, DPR Setujui UU P2SK, Reformasi Keuangan
DPR Setujui RUU P2SK, Mulai Tahap Akhir Persidangan
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
