Serangan Jantung Saat Marcel Main Padel di Jakarta
Gambar atau konten salah?
Marcel Judodihardjo, pria berusia 37 tahun yang tinggal di Jakarta Barat, mengalami kondisi yang mengancam jiwa saat bermain padel. Pada 20 April 2026, ia mengungkapkan kejadian tersebut melalui video di akun Instagram @alexander.marcel.
Dalam rekaman itu, Marcel berkata, “Kenanya tuh pas lagi main padel. Berasanya tuh waktu itu bukan pas lagi lari kencang atau lagi intens, tapi berasanya pas lagi istirahat,” lalu melanjutkan, “Tiba‑tiba detak jantung gue tuh cepet banget, terus gue pucat di situ, gue keringet dingin, dan yang paling berasa dadanyatuh kayak berasa ketekan, dan napasnya tuh nggak bisa panjang. Gue waktu itu nggak berasa nyeri sama sekali.”
Setelah kejadian, Marcel segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan cepat. Tim medis menemukan bahwa ada plak yang robek di arteri jantungnya.
Dr. Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA, menjelaskan bahwa plak tidak selalu tebal atau keras. Ia menambahkan, “Jadi plak itu nggak harus tebal dan mengeras. Tapi ada juga plak yang nggak stabil, dan akhirnya robek, dan memicu pergumpalan darah.”
Menurut Dr. Vito, plak adalah penyempitan di dinding pembuluh darah jantung yang mengandung kolesterol, lemak, dan sel peradangan. Ia menyamakan dinding pembuluh darah dengan pipa air, dan plak dengan kerak di dalam pipa. “Lapisan penutupnya bisa pecah atau robek, lalu isi plak keluar ke aliran darah,” jelasnya.
Setelah pecah, tubuh menanggapinya sebagai luka. Selanjutnya, bekuan darah terbentuk dan menyumbat pembuluh darah secara tiba‑tiba. Akibatnya, aliran oksigen ke otot jantung berkurang, menyebabkan sel-sel otot jantung mati. Proses ini disebut serangan jantung.
Dr. Vito menegaskan bahwa serangan jantung tidak selalu disebabkan oleh sumbatan lama yang semakin besar. Ia menambahkan, “Bisa juga karena plak kecil yang tiba‑tiba pecah.”
Ia menjelaskan mengapa kejadian ini dapat terjadi saat bermain padel. “Kondisi ini bisa terjadi saat seseorang berolahraga, karena si pasien tersebut tidak sadar sudah punya plak mungkin karena tidak pernah memeriksakan kondisinya,” kata Dr. Vito. “Denyut jantung naik, tekanan darah meningkat, dan aliran darah lebih cepat. Kondisi ini bisa memicu plak yang rapuh menjadi pecah.”
Menurutnya, tidak ada kesalahan pada olahraga itu sendiri. “Bukan olahraganya yang salah, tapi kondisi pembuluh darahnya yang sudah bermasalah sebelumnya tanpa diketahui,” ujarnya.
Beberapa faktor gaya hidup dapat memperparah kerentanan plak. Dr. Vito menyebutkan merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas. Semua faktor ini dapat membuat plak menjadi lebih rapuh dan mudah robek.
Video yang dibagikan Marcel berdurasi 20 detik menampilkan momen ketika ia merasakan detak jantungnya berdenyut cepat dan tubuhnya pucat. Meskipun tidak ada rasa nyeri, kondisi tersebut segera menimbulkan alarm bagi keluarga dan teman-temannya.
Kasus Marcel menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi pria usia menengah. Meskipun tidak ada indikasi sebelumnya, kondisi ini dapat muncul secara tiba‑tiba, bahkan saat berolahraga ringan. Pengetahuan tentang plak dan risiko serangan jantung dapat membantu individu mengambil langkah preventif sebelum kondisi menjadi kritis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Berita Terbaru
