Shuttle Bus Sanur Tertarik Wisatawan, Perluasan Banjar

Rizki W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Shuttle Bus Sanur Tertarik Wisatawan, Perluasan Banjar

Gambar atau konten salah?

Di kawasan Sanur, Denpasar, layanan shuttle bus Desa Adat Intaran menjadi pilihan utama bagi wisatawan mancanegara. Setiap hari, armada ini melayani sekitar 150 penumpang, sedangkan penumpang lokal hanya muncul secara sporadis, biasanya pada akhir pekan. “Penumpang lokal jarang. Biasanya Sabtu‑Minggu baru banyak,” ujar salah satu sopir shuttle, Budi Astawa, Selasa (05 Mei 2026).

Layanan ini dikelola oleh Bhaga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Intaran dan telah beroperasi sejak 01 Agustus 2025. Terdapat 12 armada yang beroperasi setiap hari dari pukul 07.00 hingga 23.00 Wita. Rute utama shuttle dimulai di Pantai Mertasari, berputar di Pantai Segara Ayu, lalu kembali ke Pantai Mertasari. “Satu kali jalan bolak‑balik Mertasari lalu Segara Ayu lalu Mertasari lagi. Nah, sampai Mertasari, penumpang harus pindah ke shuttle lain karena sistemnya bergantian. Satu yang sampai harus berhenti, lalu satunya lagi harus jalan,” jelas I Wayan Robi, Petajuh Pengraksa BUPDA Intaran.

Robi menambahkan bahwa tarif shuttle tetap Rp 5.000 untuk semua penumpang, baik domestik maupun mancanegara, untuk perjalanan 90 menit. Karena sistemnya bergantian, penumpang harus melakukan tap atau pemindaian kartu setiap kali berganti armada. “Kami ada tarif integrasi. Kalau belum 90 menit, tap kartu pun masih nol, belum terpotong. Tapi mereka kadang udah bingung disuruh tap lagi,” kata Robi. Proses ini bertujuan untuk merekam perjalanan tiap armada secara akurat.

“Karena tidak terbiasa naik public transport, masih perlu diedukasi soal sistemnya,” tutur Robi. Ia menekankan perlunya edukasi bagi warga lokal agar lebih memahami mekanisme shuttle ini, sehingga mereka dapat memanfaatkan layanan tersebut secara optimal.

Rencana BUPDA Intaran tidak berhenti di sini. Layanan shuttle bus akan diperluas ke wilayah Banjar Batursari, bagian dari permukiman Desa Adat Intaran. Target pelaksanaan perpanjangan wilayah operasi adalah satu hingga dua bulan mendatang. “Jadi, khusus pegawai yang kerja di Jalan Danau Tamblingan bisa pakai shuttle bus untuk commuter,” imbuh Robi.

Selain itu, BUPDA Intaran membuka kerja sama dengan pengelola akomodasi di kawasan tersebut. “Misal integrasi layanan ini dengan one day pass. Jadi hotel bayar ke kami, berbeda‑beda tergantung kesepakatan. Sejauh ini hotel yang menyelenggarakan event untuk carter. Misal Prama Hotel ada graduation dan lahan parkir terbatas, lalu diarahkan untuk parkir di sentral parkir, nanti kami jemput,” imbuhnya.

Dengan sistem tarif tetap dan rute yang terstruktur, layanan shuttle bus ini berpotensi menjadi alternatif transportasi umum yang nyaman bagi wisatawan dan penduduk lokal. Namun, kesadaran dan pemahaman sistem masih menjadi tantangan utama bagi warga setempat. Seiring dengan rencana perluasan, BUPDA Intaran berupaya meningkatkan integrasi dan edukasi agar layanan ini dapat lebih melayani semua kalangan.

shuttle busDesa Adat IntaranBUPDAtarif Rp5.000rute Pantai Mertasariedukasi sistemperluasan Banjar Batursari

Komentar

Memuat komentar...