SIA: Makanan Halal Tanpa Sertifikat, Tetap Aman Menurut MUIS

Rizki W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 46 dibaca
Bisik.id
SIA: Makanan Halal Tanpa Sertifikat, Tetap Aman Menurut MUIS

Gambar atau konten salah?

Belum lama ini, seorang penumpang menanyakan apakah makanan halal yang disajikan oleh maskapai Singapore Airlines (SIA) memang memenuhi standar halal. Pertanyaan itu muncul setelah ia mengunggah pertanyaan di platform Threads, menanyakan apakah makanan halal dipanaskan di oven yang sama dengan makanan non-halal.

Penumpang tersebut sebelumnya terbang dengan maskapai Timur Tengah yang menyediakan makanan halal secara pasti. Namun, penerbangan tersebut dibatalkan, sehingga ia mencari alternatif. Singapore Airlines menjadi salah satu pilihan, menurut laporan pada 27 April 2024.

Pertanyaan ini memicu banyak komentar di media sosial. Beberapa netizen berbagi pengalaman mereka memesan makanan di penerbangan SIA. Salah satu komentar menyarankan agar penumpang tidak makan jika masih ragu. Ia juga menyarankan untuk memesan mi instan, keripik, atau camilan berlogo halal. “Saya biasanya makan ikan atau seafood, atau memesan makanan Muslim sebelum penerbangan,” jelasnya.

Masalah utama adalah tidak adanya sertifikasi halal resmi pada makanan “halal” tersebut. Pihak SIA merespons dengan mengonfirmasi bahwa pilihan makanan Muslim disiapkan tanpa daging babi, lemak babi, atau alkohol. Meski belum bersertifikat halal, bahan-bahan diambil dari pemasok yang bersertifikat halal.

Alasan tidak mendapat sertifikasi halal resmi adalah karena peralatan masak tidak dipisahkan berdasarkan jenis makanan. Selain itu, makanan halal dipanaskan kembali di oven yang sama dengan makanan lain di pesawat, meskipun ada prosedur untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi silang.

Beberapa pengguna Threads yang mengaku sebagai awak kabin SIA menjelaskan hal serupa. Mereka menegaskan bahwa ketika ada pertanyaan tentang sertifikat, maskapai akan memastikan kepada penumpang apakah itu makanan yang benar yang mereka pesan. “Pertama-tama kami akan memastikan kepada penumpang apakah itu makanan yang benar yang mereka pesan. Kemudian kami akan menggunakan oven lain untuk memanaskan makanan tersebut jika tersedia. Tetapi jika semua oven sedang digunakan, kami akan meletakkan makanan halal di rak oven paling atas,” jelas seorang pengguna yang bekerja di SIA.

Isu ini menjadi ramai sampai diklarifikasi oleh Dewan Agama Islam Singapura (MUIS). Dalam unggahan ulang di akun @halalsg, MUIS menjelaskan bahwa maskapai yang tidak bersertifikat halal bukan berarti makanannya tidak halal. Menurut mereka, makanan Muslim disiapkan di tempat-tempat bersertifikat halal, sebelum dimuat ke pesawat yang berangkat dari Singapura. “Meskipun oven mungkin digunakan bersama, penerbangan umumnya memiliki prosedur untuk mencegah kontaminasi silang. Misalnya, makanan yang disegel dan penanganan yang tepat,” jelas MUIS.

Meskipun begitu, MUIS tetap menyarankan penumpang untuk memeriksa bahan yang terkandung, menghubungi maskapai sebelum penerbangan, dan menghindari makanan tersebut jika memang merasa ragu. Dalam penerbangan bersama Singapore Airlines, penumpang memang bisa meminta makanan halal tetapi harus setidaknya 24 jam sebelum jadwal penerbangan.

Dengan demikian, meski tidak ada sertifikasi halal resmi, SIA berusaha memastikan makanan halal tetap aman dan sesuai dengan harapan penumpang Muslim. Prosedur pemilihan oven dan penanganan makanan yang terpisah membantu mengurangi risiko kontaminasi silang, sementara MUIS menegaskan bahwa standar halal tetap dipenuhi melalui pemasok bersertifikat. Penumpang dapat menanyakan lebih lanjut sebelum penerbangan untuk memastikan kepastian atas makanan yang disajikan.

Singapore AirlinesMUISMakanan HalalSertifikasi HalalKontaminasi SilangThreadsKebersihan Oven

Komentar

Memuat komentar...