Simbol @: Dari Guci Anggur Florence ke Email, Arpanet

Nita W. · 2 min baca · 24 hari lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Simbol @: Dari Guci Anggur Florence ke Email, Arpanet

Gambar atau konten salah?

Simbol @ yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari alamat email ternyata sudah ada sejak berabad-abad lalu. Banyak orang tidak menyadari bahwa tanda ini memiliki sejarah panjang sebelum muncul di dunia digital.

Menurut catatan sejarah yang diambil dari Smithsonian Magazine, Senin, 11 Mei 2026, simbol ini pertama kali dicatat pada tahun 1536 dalam sebuah surat seorang pedagang di Florence. Pedagang itu menggunakan @ untuk menandai satuan anggur yang dikirim dalam guci tanah liat besar. Surat tersebut menjadi bukti tertulis paling awal tentang penggunaan simbol ini.

Beberapa ahli berpendapat bahwa @ berasal dari kata Latin ad, yang kemudian disingkat oleh para juru tulis abad pertengahan. Tujuannya sederhana: menghemat waktu saat menyalin dokumen secara manual. Dengan mengganti kata panjang dengan satu karakter, proses pencatatan menjadi lebih cepat.

Penelitian lain menunjukkan bahwa @ pernah muncul dalam manuskrip kuno. Simbol ini kadang menggantikan huruf dalam konteks tertentu, meski belum ada bukti kuat yang dapat memverifikasinya. Hal ini menunjukkan bahwa simbol tersebut sudah dikenal di kalangan penulis dan pejabat pada masa itu.

Di abad ke-19, @ mulai populer di dunia akuntansi. Para akuntan mencatat harga penjualan dengan format seperti “10 barang @ USD 5”. Format ini kemudian diadopsi ke dalam mesin tik, memperkuat peran simbol dalam pencatatan keuangan.

Perubahan besar terjadi pada tahun 1971 ketika seorang ilmuwan komputer bernama Ray Tomlinson menghadapi masalah menghubungkan programmer satu sama lain. Pada saat itu, setiap programmer biasanya terhubung ke mesin mainframe tertentu melalui sambungan telepon dan mesin teletype. Komputer-komputer tersebut tidak saling terhubung, sehingga komunikasi antar pengguna menjadi sulit.

Keberadaan jaringan Arpanet, cikal bakal Internet, menjadi peluang bagi Tomlinson. Ia bekerja di BBN Technologies, perusahaan di Cambridge, Massachusetts, yang ditugaskan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk mengembangkan jaringan tersebut. Tantangannya adalah mengirim pesan melalui Arpanet kepada orang lain yang menggunakan komputer berbeda.

Tomlinson menyadari bahwa alamat harus memuat nama individu dan nama komputer. Ia mencari simbol yang dapat memisahkan kedua elemen tersebut tanpa menimbulkan kebingungan bagi program dan sistem operasi. Simbol @ menjadi pilihan karena jarang digunakan dalam bahasa pemrograman dan sistem operasi pada saat itu.

“Saya terutama mencari simbol yang tidak banyak digunakan. Dan tidak banyak pilihan-tanda seru atau koma. Saya bisa saja menggunakan tanda sama dengan (=), tetapi itu tidak akan masuk akal. Mungkin untuk menyelamatkannya dari nasib yang sama seperti simbol 'sen' pada keyboard komputer,” kata Tomlinson.

Dengan memilih @, Tomlinson kemudian mengirim email pertama kepada dirinya sendiri. Ia memanfaatkan dua mesin teletype di kamarnya yang terhubung Arpanet untuk menguji pengiriman pesan. Meski ia tidak ingat isi pesan tersebut, percobaan ini menandai lahirnya sistem alamat email modern.

Sejak saat itu, @ menjadi simbol kunci dalam revolusi cara manusia terhubung. Dari guci anggur di Florence hingga jaringan komputer global, simbol ini telah menempuh perjalanan panjang. Meskipun awalnya hampir usang, @ kini menjadi elemen tak terpisahkan dalam identitas digital setiap orang.

Perjalanan simbol @ menunjukkan bagaimana sebuah karakter sederhana dapat mempengaruhi cara berkomunikasi di era digital. Dari catatan pedagang hingga jaringan Arpanet, sejarahnya menegaskan pentingnya inovasi kecil dalam membentuk dunia modern.

Simbol @ArpanetRay TomlinsonemailSmithsonian MagazineFlorenceInternet

Komentar

Memuat komentar...