Simbol Gua Eropa Ternyata Bahasa Visual Purba
Gambar atau konten salah?
Jauh sebelum manusia mengenal huruf atau angka, nenek moyang kita diduga sudah punya cara berkomunikasi lewat simbol-simbol sederhana. Ini bukan sekadar dugaan kosong. Para peneliti menemukan 32 simbol yang sama muncul berulang kali di ratusan gua prasejarah di Eropa—dan pola ini bertahan selama puluhan ribu tahun.
Penelitian ini dipelopori oleh paleoantropolog Genevieve von Petzinger. Ia mendokumentasikan simbol-simbol geometris dari lebih dari 350 situs gua prasejarah di Eropa. Data dikumpulkan dari penelitian sebelumnya dan survei lapangan langsung di Spanyol, Prancis, hingga Sisilia. Hasilnya? Hanya ada 32 simbol abstrak yang terus dipakai antara 40.000 hingga 10.000 tahun lalu.
Apa saja simbol-simbol itu? Ada garis, segitiga, lingkaran, spiral, zigzag, tanda silang, bentuk bintang, cap tangan, dan pola yang mirip bulu. Yang bikin ilmuwan tercengang: bentuk-bentuk ini tetap konsisten. Padahal, simbol-simbol itu dibuat di lokasi yang jaraknya bisa ribuan kilometer. Rentang waktunya juga terpaut puluhan ribu tahun.
Von Petzinger yakin ini bukan sekadar hiasan atau coretan iseng. "Jika ini hanya coretan atau dekorasi acak, kita seharusnya melihat variasi yang jauh lebih besar," katanya. "Namun yang justru kami temukan adalah simbol-simbol yang sama terus muncul, berulang di berbagai tempat dan lintas waktu."
Ia juga menemukan bahwa sekitar 65 persen dari simbol-simbol itu terus digunakan selama hampir 30.000 tahun. "Beberapa simbol sempat populer lalu menghilang, sementara simbol lain muncul belakangan. Namun sekitar 65 persen di antaranya tetap digunakan sepanjang periode 30.000 tahun itu," ujarnya.
Konsistensi ini, menurut von Petzinger, menunjukkan bahwa simbol-simbol itu punya makna yang dipahami bersama oleh masyarakat prasejarah. Tapi para ilmuwan belum berani menyebutnya sebagai sistem tulisan. Alasannya? Jumlah simbol yang hanya 32 belum cukup untuk mewakili seluruh kosakata sebuah bahasa. Pola kemunculannya juga tidak mirip alfabet modern.
Meski begitu, von Petzinger menduga simbol-simbol ini adalah sistem komunikasi grafis yang jauh lebih tua daripada aksara Sumeria atau hieroglif Mesir. Kedua sistem tulisan itu baru muncul sekitar 5.000 tahun lalu. "Kemungkinan simbol-simbol ini digunakan untuk menyampaikan informasi, misalnya menandai kepemilikan sebuah gua atau mengatakan, 'Saya pernah berada di sini, inilah siapa saya'," kata von Petzinger.
Kalau dugaan ini benar, maka simbol-simbol itu bisa menjadi salah satu bentuk komunikasi visual tertua yang pernah digunakan manusia. Yang lebih menarik: beberapa simbol serupa juga ditemukan pada seni cadas di luar Eropa, termasuk di Asia dan Australia. Ini memunculkan dugaan bahwa sistem simbol tersebut mungkin sudah berkembang sebelum Homo sapiens bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 60.000 hingga 70.000 tahun lalu.
Von Petzinger menduga simbol-simbol itu bukan penemuan baru masyarakat Eropa. Sebaliknya, itu adalah tradisi yang sudah dibawa manusia modern sejak meninggalkan Afrika dan terus diwariskan selama ribuan tahun. Makna setiap simbol mungkin tidak akan pernah diketahui secara pasti. Tapi keberadaannya menunjukkan satu hal: manusia prasejarah sudah punya kemampuan berpikir simbolik dan menyampaikan informasi jauh sebelum lahirnya sistem tulisan yang kita kenal sekarang.
Penemuan ini menggeser pemahaman kita tentang kapan manusia mulai berkomunikasi secara visual. Bukan di Mesopotamia atau Mesir kuno, melainkan puluhan ribu tahun sebelumnya, di dinding-dinding gua yang gelap dan sunyi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BCA dan DANA Terbanyak Dipakai Judi Online
XLSmart Gandeng Tencent Cloud untuk Migrasi Skala Besar
Lelang Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz Resmi, Ini Pemenangnya
Gemini Jadi Teman Belajar, Bukan Mesin Jawaban Instan
Tencent Cloud Rilis Dua Agen AI di Indonesia
Cermin Raksasa Rusia: Saat Malam Berubah Terang
Berita Terbaru
