Siswa, Guru, TNI Bersatu Bersihkan Sekolah Banjir Sukoharjo
Gambar atau konten salah?
Guru dan siswa di beberapa sekolah di Kabupaten Sukoharjo bersatu melakukan kerja bakti setelah banjir. Mereka membersihkan sekolah yang terkena air ketika banjir surut.
Di SMPN 2 Grogol, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Pihak TNI, Polri, dan petugas Damkar Sukoharjo membantu. Kodim 0726/Sukoharjo mengerahkan satu unit water tank dan satu truk suplai.
Salah satu siswa, Revaldo, mengingat banjir. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dibatalkan. Rumahnya, yang tidak jauh dari sekolah, terendam setinggi 30 sentimeter.
Kemarin akses ke sekolah juga susah tertutup banjir. Hari ini kegiatannya bersih-bersih kelas dan lapangan sekolah, sama teman-teman semua, dibantu TNI, Polri, dan Damkar, kata Revaldo, Kamis (16 April 2026).
Kepala Sekolah, Supardi, mengatakan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, sekitar 50 sentimeter. Banjir terbesar ini membuat air masuk ke semua ruangan kelas. Air mulai surut pada Rabu (15 April 2026) sekira pukul 16.00 WIB.
Supardi menjelaskan bahwa pembersihan dimulai jam 07.00 hingga 10.00 WIB. Setelah selesai, siswa dipulangkan. Ia menegaskan bahwa KBM akan berjalan normal besok.
Untuk KBM Insyaallah besok sudah berjalan normal. Hari ini hanya bersih-bersih saja, katanya.
Guru juga melakukan inventarisasi aset sekolah yang terdampak. Dokumen yang rusak akan segera dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo. Alat elektronik masih aman, hanya beberapa dokumen yang terkena banjir.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Havid Danang Purnomo Widodo, menyatakan bahwa keputusan meliburkan siswa diambil demi keselamatan. Kita instruksikan kepada bapak ibu guru meliburkan anak-anak sekolah. Dan kedua melakukan pengamanan aset di lingkungan sekolah, kata Havid, Rabu (15 April 2026).
Banjir terjadi akibat hujan yang mengguyur Kabupaten Sukoharjo dan sekitarnya sejak Selasa (14 April 2026) sore. Akibatnya 14 desa di 4 kecamatan terendam banjir.
Kegiatan bersih-bersih dan pengamanan aset menandai langkah awal pemulihan. Sekolah akan kembali beroperasi normal setelah proses inventarisasi selesai. Dampak banjir masih menjadi perhatian bagi pemerintah daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
