Siswa SMA Purwokerto Dapat Izin Masuk 10 Universitas Luar Negeri

Lia N. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Siswa SMA Purwokerto Dapat Izin Masuk 10 Universitas Luar Negeri

Gambar atau konten salah?

Aflaha Prasetyo menatap kamera dengan senyum lega yang tak bisa disembunyikan. Ia, siswa berprestasi dari SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, berhasil menembus sepuluh universitas luar negeri sekaligus. Capaian ini tidak datang secara instan; ia memulai persiapan sejak pertengahan kelas XI.

“Saat ini alhamdulillah sudah diterima di 10 kampus luar negeri ya. Persiapannya sebenarnya dari pertengahan kelas 11. Mulai cari-cari informasi jurusan dan kampus yang risetnya bagus dan reputasinya juga bagus secara global,” ungkap Aflaha pada Selasa, 07 April 2026. Ia memfokuskan pencarian pada kampus dengan reputasi global dan riset kuat, sekaligus menyiapkan kemampuan bahasa Inggris, termasuk tes IELTS.

Selain persiapan akademik, Aflaha juga menyiapkan dokumen penting seperti personal statement dan motivation letter. Ia menambahkan, “Di samping itu juga saya mempertahankan nilai, supaya nanti di transkrip akhir tetap bagus.” Nilai yang konsisten menjadi kunci untuk menekan transkrip akhir yang solid.

Universitas yang menerima Aflaha meliputi:

  • University of Toronto (Kanada)
  • University of Alberta (Kanada)
  • Victoria University of Wellington (Selandia Baru)
  • University of Calgary (Kanada)
  • University of Minnesota (Amerika Serikat)
  • Curtin University (Australia)
  • The University of Queensland (Australia)
  • Auckland University of Technology (Selandia Baru)
  • The University of Western (Australia)
  • Australian National University (Australia)

Di antara sepuluh penerimaan, University of Toronto menjadi impian utamanya. Ia mengungkapkan, “Yang diimpikan sebenarnya di Kanada, karena reputasinya sangat bagus. University of Toronto itu masuk top 29 QS World di dunia. Itu yang paling saya bangga bisa keterima di situ.”

Untuk jurusan, Aflaha memilih dua bidang menantang: Neuroscience dan Teknik di University of Toronto. Ia menjelaskan, “Kalau studi di luar itu kan bisa membuka wawasan dan sudut pandang yang lebih luas. Harapannya nanti ilmu yang didapat bisa diterapkan kembali di Indonesia.”

Proses pendaftaran tidak selalu gratis. Aflaha menyatakan, “Sebagian besar tetap bayar, tapi biasanya ada scholarship partial. Kalau mau yang full mungkin bisa daftar ke Garuda.” Ia masih menunggu hasil dari beberapa kampus lain dan mempertimbangkan pilihan terbaik untuk melanjutkan studinya.

Dukungan keluarga menjadi faktor penting. Ia berasal dari Karawang dan memiliki dua saudara. “Alhamdulillah orang tua sangat senang, karena dari awal mereka juga mendukung penuh,” ucap Aflaha, anak pertama dari tiga bersaudara.

Menurut Sudrajat, kepala SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, keberhasilan Aflaha bukanlah hal yang berdiri sendiri. Ia menegaskan, “Anak-anak kami yang berminat ke luar negeri bisa diterima di kampus unggulan dunia seperti di Amerika, Kanada, Australia, dan New Zealand. Ada yang diterima di 3, 8, bahkan 10 kampus.”

Sudrajat menyoroti kunci keberhasilan siswa: motivasi kuat, kemampuan bahasa Inggris yang baik, kemandirian belajar, dan nilai religius. Ia menambahkan, “Yang membuat kami bangga, mereka juga sudah menyelesaikan hafalan Al‑Qur'an. Dan Aflaha ini sudah menyetorkan hafalannya 30 juz. Ini menjadi modal yang bagus untuk hidup di negeri orang.”

Program unggulan pembinaan studi luar negeri di sekolah dimulai sejak kelas 10. Sudrajat menjelaskan, “Kami mulai dari kelas 10 dengan memberikan informasi berbagai perguruan tinggi dan jurusannya. Lalu ada audiensi dengan siswa dan orang tua, hingga pembinaan intensif di kelas 12, baik bahasa, tes, maupun administrasi sampai pendaftaran.”

Dengan tekad, persiapan matang, dan dukungan keluarga, Aflaha menunjukkan bahwa menembus universitas luar negeri bukanlah mimpi. Ia menegaskan bahwa ilmu yang didapat di luar negeri akan kembali dimanfaatkan di Indonesia, menambah nilai bagi komunitasnya dan menandai langkah awal karier akademis yang menjanjikan.

Aflaha PrasetyoSMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah PurwokertoUniversity of TorontoNeuroscienceTeknikIELTSGaruda scholarship

Komentar

Memuat komentar...