Siswa SMAN 1 Purwakarta Skors 19 Hari, Sarankan Bersih‑bersih

Ani R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 115 dibaca
Bisik.id
Siswa SMAN 1 Purwakarta Skors 19 Hari, Sarankan Bersih‑bersih

Gambar atau konten salah?

Video yang memperlihatkan sekelompok siswa SMAN 1 Purwakarta mengacungkan jari tengah kepada seorang guru perempuan berhijab menjadi viral. Adegan tersebut menampilkan siswa menolak sopan santun saat guru berjalan lewat, lalu menoleh dan mengerutkan wajah.

Setelah video tersebar, pihak sekolah langsung menanggapi. Siswa yang terlibat dipanggil ke kantor kepala sekolah, dan kemudian diberi skorsing selama 19 hari. Penegakan hukuman ini dilaksanakan agar anak-anak mendapat waktu untuk merenung.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan keprihatinannya melalui akun media sosial resminya pada 18 April 2026. Ia menegaskan bahwa ia sudah mendengar paparan dari kepala Dinas Pendidikan. “Ya, saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari kepala Dinas Pendidikan. Dan selanjutnya berdasarkan informasi anak tersebut, orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah, orang tuanya nangis, merasa menyesal atas tindakan anaknya. Selanjutnya sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari anak itu mendapat bimbingannya di rumah,” ujar KDM, yang dipanggil akrabnya dalam akun media sosial resminya, @kdm_jawabarat, pada 18 April 2026 yang dikutip dan ditulis, 19 April 2026.

Gubernur tidak hanya menegaskan skorsing, tetapi juga mengusulkan hukuman lain. Ia menyarankan agar siswa bersih‑bersih sekolah, mulai dari halaman hingga toilet. “Tetapi saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selama 19 hari ini, saran, mudah‑mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet, ini yang saya sarankan,” jelas KDM.

Menurutnya, penerapan sanksi bersih‑bersih dapat berlangsung selama dua atau tiga bulan. Ia menegaskan bahwa hukuman harus memberi manfaat bagi pembentukan karakter. “Prinsip dasar adalah setiap hukuman yang diberikan harus hukuman yang memberikan manfaat bagi pembentukan karakter, bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan oleh gurunya,” jelas KDM.

Di akun media sosialnya, gubernur juga menampilkan video permintaan maaf yang dibuat oleh para siswa SMAN 1 Purwakarta. Video tersebut menunjukkan siswa menyesali tindakan mereka dan memohon maaf kepada guru.

Pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat, yang dipimpin oleh Purwanto, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi bahan refleksi bagi semua pihak. Ia menekankan pentingnya pembinaan karakter melalui empati dan kedisiplinan. “Ini menjadi bahan refleksi bukan hanya untuk SMAN 1 tapi untuk semua sekolah dan orang tua, termasuk kita di tingkat pengambil kebijakan,” tegasnya.

Disdik Jabar menyatakan akan berkoordinasi dengan sekolah untuk menentukan langkah lanjutan sesuai prinsip pendidikan yang diarahkan pemerintah daerah. Ia menambahkan bahwa sanksi akan diarahkan untuk membentuk empati dan kedisiplinan. “Iya anak-anak dilakukan pembinaan karakter, itu bisa dilatih lewat empati, disiplin dan disesuaikan dengan perkembangan mereka,” jelasnya.

Dengan menegakkan hukuman skorsing dan menambah sanksi bersih‑bersih, pemerintah daerah berusaha menyeimbangkan disiplin dan pembinaan karakter. Langkah ini menyoroti pentingnya tanggung jawab siswa, dukungan orang tua, dan peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang menghormati satu sama lain.

SMAN 1 Purwakartavideo viralskorsing 19 harigubernur Jawa Barat Dedi Mulyadipembinaan karakterhukuman bersih‑bersihpenegakan disiplin

Komentar

Memuat komentar...