Siswa SMP Siak Tewas Saat Demonstrasi Senjata 3D Riau

Guntur P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Siswa SMP Siak Tewas Saat Demonstrasi Senjata 3D Riau

Gambar atau konten salah?

Seorang pelajar SMP Islamic Center Siak berinisial MA (15) tewas saat melakukan praktik sains di sekolahnya. Saat kejadian, korban tengah memperagakan sebuah alat yang diduga merupakan senapan rakitan berbasis cetak 3D. Alat tersebut dipakai MA untuk menembak, namun tiba‑tiba ledak, menimbulkan asap dan pecahan yang menghempaskan aula.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, MA dikenal sebagai siswa berprestasi di bidang sains dan teknologi, termasuk aktif dalam berbagai kompetisi robotik. Ia juga menyebut, demonstrasi alat tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh korban.

"Cukup dikenal dalam bidang science dan teknologi dan ini sekian kalinya diuji coba," ucapnya pada wartawan, Kamis 9 April 2026.

Insiden ini masih dalam penyelidikan. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Siak, Ajun Komisaris Polisi Raja Kosmos Parmulais mengatakan, "Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan."

Di tengah proses investigasi, anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Polri, untuk mengevaluasi secara menyeluruh praktik pembelajaran yang berpotensi membahayakan peserta didik di semua sekolah. Ia menekankan bahwa kegiatan praktik tersebut bertentangan dengan prinsip keselamatan dalam pendidikan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

"Jangan sampai anak-anak kita kehilangan nyawa dan masa depan akibat sistem pembelajaran yang tidak aman dan tidak terkontrol," ucap Abduh, sapaannya, dikutip dari laman DPR.

Berikut kronologi singkat kejadian:

Peristiwa terjadi saat jam kegiatan ujian praktek sains pelajaran IPA. Lima kelompok siswa, masing‑masing terdiri dari sembilan orang, diminta memperagakan hasil karya sains mereka. Saat giliran kelompok MA, ia meminta teman kelompoknya menjauh dari titik TKP. MA kemudian mengambil posisi sebagai peraga dan menembak senapan 3D rakitanannya. Saat tembakan dilakukan, terjadi ledakan.

Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas, dan juga kepala MA. Akibatnya, MA mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan medis, namun dinyatakan meninggal dunia.

Raja menjelaskan, penyebab ledakan diduga berasal dari hasil karya sains korban yang terdiri dari bagian‑bagian plastik, potongan besi, dan bubuk hitam. Ia menegaskan, "Kepolisian belum dapat memastikan jenis bubuk hitam dan akan dilakukan uji laboratorium pada barang ini. Kita kirim ke Labfor Polda Riau untuk memastikannya. Kita minta tidak ada spekulasi informasi yang tidak benar atas kejadian ini."

Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap praktik sains di sekolah. Penggunaan alat yang belum teruji atau tidak aman dapat menimbulkan risiko serius bagi siswa. Pemerintah dan lembaga pendidikan diharapkan segera meninjau kembali prosedur praktik sains, memastikan semua alat memenuhi standar keselamatan dan siswa mendapatkan pelatihan yang memadai sebelum melakukan demonstrasi.

senapan 3Dledakanpraktik sainskeamanan pendidikaninvestigasi forensikKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahKepolisian Polda Riau

Komentar

Memuat komentar...