Siti Farida Tak Terlibat Rotasi Pejabat di Cirebon

Hendra M. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Siti Farida Tak Terlibat Rotasi Pejabat di Cirebon

Gambar atau konten salah?

Siti Farida, Wakil Wali Kota Cirebon, mengungkapkan perasaan tidak terlibat dalam proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Ia menilai bahwa hal ini menandakan hubungan kerja yang belum kuat dan komunikasi yang belum optimal antara Wali Kota Effendi Edo dan wakilnya.

Partai PKB turut menyoroti situasi tersebut, khususnya setelah pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat di pemerintahan daerah. Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Syaifurrohman, menyatakan bahwa pihaknya merespons kondisi yang berkembang di pemerintahan.

“Pada prinsipnya hari ini mengapa kita hadir, pertama terkait dengan situasi dan kondisi di Cirebon pascarotasi dan mutasi di pemerintahan daerah,” kata Syaifurrohman pada hari 05 Mei 2026. Ia menegaskan, PKB ingin mendorong agar komunikasi antarpimpinan daerah berjalan lebih baik demi kelancaran roda pemerintahan di Kota Cirebon. “PKB hanya bisa mengingatkan kondusivitas bagaimana pemerintahan daerah ini bisa berjalan dengan baik dengan komunikasi yang baik,” ujarnya.

Menurut Syaifurrohman, bila ada persoalan antara wali kota Cirebon dengan wakilnya, sebaiknya dapat diselesaikan melalui dialog langsung. “Kita hanya mengingatkan harus diselesaikan di satu meja. Karena dengan komunikasi yang baik, dengan masalah yang memang belum selesai dikomunikasikan, PKB berharap ini ada satu kesepakatan dan kesepahaman yang sama untuk bagaimana membangun Kota Cirebon,” katanya.

Ia menilai, meski rotasi mutasi merupakan kewenangan wali kota, komunikasi tetap menjadi kunci untuk menjaga keharmonisan. “Kalau dari sisi kewenangan, memang semuanya prerogatif dari wali kota,” ucapnya. PKB selanjutnya menyatakan siap menjadi mediator untuk mempertemukan keduanya. “PKB siap memediasi di antara mereka, untuk membangun komunikasi itu,” kata Syaifurrohman.

Sementara itu, Siti Farida mengaku tidak pernah diajak berdiskusi maupun dilibatkan dalam proses rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemkot Cirebon. Ia berkata, “Dan selama ini pun saya tidak dilibatkan, tidak diajak diskusi ataupun berembuk, tidak diajak komunikasi tentang rotasi mutasi. Saya tidak pernah ikut campur dan ya tidak dilibatkan,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui informasi terkait posisi jabatan maupun kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Pemkot Cirebon. “Tidak tahu, tidak tahu di mana posisi kekosongan, di mana yang sudah terisi. Ini tidak pernah ada informasi sedikitpun ke saya,” katanya.

Terkait ketidakhadirannya dalam agenda rotasi mutasi, Siti Farida menyebut dirinya telah menerima undangan, namun berhalangan hadir. “Dan memang saya nggak hadir ya karena dapat undangan itu jam berapa dan melalui WA, WA-nya baru saya buka dan ternyata undangan untuk hari itu. Nah, saya berhalangan hadir,” pungkasnya.

Rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Cirebon digelar pada hari 04 Mei 2026 di Lapangan Upacara Setda Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Pada agenda tersebut, Wali Kota Effendi Edo melantik sejumlah pejabat dan mengambil sumpah jabatan sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta pengisian posisi di lingkungan pemerintahan.

Menanggapi ketidakhadiran Wakil Wali Kota Siti Farida dalam pelantikan itu, Effendi Edo mengatakan pihaknya telah menyampaikan undangan. Ia juga menyebut komunikasi dengan wakilnya tetap berjalan. “Ibu Farida sudah diundang, namun mungkin ada kegiatan lain jadi beliau tidak bisa hadir. Komunikasi jalan. Sudah diundang,” kata Edo. “Intinya sudah dari awal pada saat pembahasan sampai dengan pelantikan sudah ada undangannya,” sambung dia.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi dalam proses pengangkatan pejabat. Meskipun rotasi dan mutasi berada di bawah wewenang wali kota, komunikasi yang terbuka dapat mencegah ketegangan dan memastikan kelancaran pemerintahan. PKB menegaskan perannya sebagai mediator, sementara wakil wali kota menegaskan perlunya dialog langsung. Kesepakatan bersama diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar pimpinan daerah dan memfasilitasi pembangunan Kota Cirebon yang lebih terkoordinasi.

Rotasi PejabatSiti FaridaEffendi EdoPKBKomunikasi PemerintahanMediasiCirebon

Komentar

Memuat komentar...