Situs Adan‑Adan di Kediri Jadi Sorotan: Candi Buddha Unik

Agus P. · 2 min baca · 24 hari lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Situs Adan‑Adan di Kediri Jadi Sorotan: Candi Buddha Unik

Gambar atau konten salah?

Situs Adan‑Adan terletak di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, tiba‑tiba menjadi sorotan di media sosial ketika cerita tentang kemegahan situs ini dikaitkan dengan Candi Borobudur. Meskipun klaim bahwa situs ini lebih besar telah diperbaiki, keunikan yang dimilikinya tetap menarik perhatian para arkeolog.

Keistimewaan utama situs ini terletak pada latar belakang agamanya. Berbeda dengan kebanyakan peninggalan purbakala di Jawa Timur yang mayoritas berbau Hindu, Situs Adan‑Adan menonjolkan ciri Buddhis yang kuat. "Ciri Buddhisnya jelas. Dan di Jawa Timur, candi berlatar agama Buddha itu sangat jarang. Ini yang membuatnya istimewa," ujar Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Kabupaten Kediri, Eko Priatno, Sabtu, 09 Mei 2026.

Jika Candi Borobudur terkenal karena relief cerita yang melimpah, Situs Adan‑Adan lebih menonjolkan unsur dekoratif pada setiap sudut bangunannya. "Kalau Borobudur penuh relief cerita, sedangkan di sini lebih dekoratif. Secara visual, ini memberikan karakter bangunan yang berbeda dan punya nilai seni tersendiri," jelas Eko.

Rumusan tentang situs ini “lebih besar” tampaknya berasal dari luasnya kawasan. Bangunan utama diperkirakan berukuran 7 × 7 meter atau 8 × 8 meter, namun kompleks pendukungnya diduga meluas menembus Dusun Candi hingga wilayah Wonorejo. "Bangunan utamanya mungkin tidak sebesar Borobudur, tapi kompleks pendukungnya diduga cukup luas dan terdiri dari banyak ruang," pungkasnya.

Keistimewaan lain adalah dugaan keterkaitan dengan Situs Tondowongso yang berjarak sekitar 3 kilometer. Jika penelitian mengonfirmasi hubungan kedua situs, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu pusat peradaban kuno terbesar di Kediri.

Mayoritas area situs berada di lahan milik warga. Untuk melestarikannya, Pemkab Kediri mengambil langkah unik: selain koordinasi ekskavasi, dinas juga memberdayakan pemilik lahan secara langsung. "Kami mengambil salah satu keluarga pemilik tanah menjadi juru pelihara. Tugasnya menjaga keamanan, kebersihan, dan merawat situs, honornya dari kami," ungkap Eko.

Proses penelitian sempat melambat karena transisi lembaga penelitian ke BRIN dan kendala anggaran. Namun, Pemkab Kediri menegaskan komitmennya untuk terus mengeksplorasi. "Yang pasti menjadi kewajiban bagi kita untuk terus melakukan eksplorasi terhadap potensi objek cagar budaya untuk membuka informasi masa lalu," tutupnya.

Dengan kombinasi arsitektur Buddhis, hubungan potensial dengan situs lain, dan dukungan komunitas, Situs Adan‑Adan menunjukkan bahwa warisan budaya di Kediri masih memiliki banyak cerita yang belum terungkap.

Situs Adan‑AdanKediriBuddhismeCandi BorobudurArkeologiCagar BudayaKomunitas

Komentar

Memuat komentar...