Slamet Santoso: TKI Banyuwangi Jadi Pemain Pro Polandia

Hari W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Slamet Santoso: TKI Banyuwangi Jadi Pemain Pro Polandia

Gambar atau konten salah?

Slamet Santoso berusia 28 tahun berasal dari Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Ia memulai perjalanan di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Polandia, namun tak disangka‑disangka, ia akhirnya menapaki jalur menjadi pesepak bola profesional di Eropa.

Setelah beberapa bulan menyesuaikan diri, Slamet resmi menandatangani kontrak dengan klub Sokol Pyrzyce, yang berlokasi di Kota Pyrzyce, Provinsi Pomerania Barat. Klub ini merupakan tim yang beroperasi di liga Polandia, dan menjadi tempat Slamet menyalurkan bakatnya.

Perjalanan Slamet dimulai tanpa bantuan agen. Ia sering menghabiskan waktu di stadion dekat tempat tinggalnya, menonton pertandingan klub lokal, dan bermain bersama anak‑anak di lapangan. “Awalnya saya menonton bola di daerah tempat saya tinggal sehabis liat pertandingan saya ikut bermain bola bersama anak‑anak yang ada di stadion, setalah itu ada official tim kota ini meminta kontak saya untuk ikut latihan bersama timnya untuk melakukan trial kalau pelatih cocok kamu akan masuk tim kita kata dia begitu,” kenang Slamet pada 04 Juni 2026.

Setelah menerima undangan, Slamet langsung melangkah ke fase trial. Ia harus menunjukkan kemampuan melalui program latihan yang berlangsung hampir dua bulan. “Selama hampir dua bulan saya ikut latihan baru saya bisa resmi ikut tim di sini dan melalui administrasi yang panjang karena saya orang asing di sini,” ungkapnya.

Karena statusnya sebagai warga negara asing (WNA), Slamet harus melewati proses birokrasi yang cukup rumit. Semua dokumen administrasinya baru selesai pada akhir Mei 2026. Saat ini, ia sedang bersiap untuk debut pertamanya. “Saya masih baru di sahkan dari PSSI-nya di sini Minggu lalu, jadi saya belum debut resmi di kompetisi mungkin pekan depan Insyaallah,” tambahnya melalui pesan singkat.

Motivasi Slamet tidak lepas dari idolanya, Cristiano Ronaldo. Ia mengakui bahwa ketertarikan pada sepak bola sejak kecil dipicu oleh idolanya. “Pemain bola kelas dunia favorit saya adalah Cristiano Ronaldo. Saya suka dengan kedisiplinannya,” tegas Slamet. Ia menilai disiplin Ronaldo menjadi kunci perbedaan antara atmosfer sepak bola di Eropa dan di Indonesia. “Ya sama aja di Indonesia cuma di sini lebih disiplin waktu,” jelasnya.

Sebelum memutuskan merantau ke Polandia, Slamet sudah aktif berkompetisi di Liga 3 Jawa Timur. Ia pernah bermain untuk Baruna Nusantara di Banyuwangi, dan sebelumnya juga terlibat di Banyuwangi Putra. Dukungan penuh dari orang tua dan istrinya menjadi faktor penting dalam keputusan berkarier di luar negeri.

Keberhasilan Slamet menembus kompetisi sepak bola Polandia menunjukkan bahwa peluang tidak selalu datang melalui jalur resmi. Dengan tekad, kerja keras, dan sedikit keberuntungan, seorang pemuda dari Banyuwangi dapat menggapai impian menjadi pemain profesional di Eropa.

Slamet SantosoBanyuwangiTKIPolandiaSokol PyrzyceLiga PolandiaCristiano Ronaldo

Komentar

Memuat komentar...